Boleh berinovasi, asalkan….(untuk konsumen)

innovationsSebenernya tulisan kali ini terinspirasi dari temen saya yg lagi semangat jalanin bisnis, alias jadi entrepreneur a.k.a pengusaha. Seneng juga denger dia tiap hari cerita gimana perkembangan kafe nya yg khusus menjual minuman yang bernama sop buah plus makanan Bandung yg namanya bang tigor batagor.

Well, dari iseng cuma buka kafe kecil2an di depan rumah, temen saya mulai ekspansi jualan dagangannya ke kantor, nawarin menu kafenya ke temen2 kantor tiap sore. Alhasil kritik dan saran pun mulai bertebaran, muncul ide2 dari sana sini, sampai pada akhirnya temen saya itu pernah bilang ke saya, “Boss…gw mo inovasi baru nih, menu batagor mau gw coba jadi batagor pake mayonaise”. Itu baru satu inovasi, toh sampe sekarang pun menu2 minuman baru masih ditambah oleh temen saya satu itu.

Emang bener sih, gak pernah ada kata salah kalau mau coba berinovasi, toh emang cara seperti itu pula yang bikin suatu perusahaan bertahan lama, makin disayang konsumen, makin dikenal, dan bertambah besar.

Apalagi kalau hawa persaingan mulai terasa, inovasi jelas merupakan salah satu cara untuk memenangkan pesaingan. Kembali ke temen saya tadi, dilihat dari penjualan di kantor tampaknya asik2 aja, belum ada kompetitor yang menjual produk serupa, tapi yang namanya pola konsumsi pasti ada kalanya menyentuh titik jenuh alias jenuh dan gak mau yang itu2 aja, mau ada perbedaan lain.
Penasaran?? di klik ajah

Yang jujur….yang disayang pelanggan!!!

to be honestWah sepertinya beberapa hari ini saya benar2 dapet pengalaman banyak tentang dunia perbelanjaan terutama dari ibunda tercinta….

Seperti yang terjadi hari minggu kemarin, seperti biasa…saya mendapat perintah langsung dari kanjeng ratu (nyokap maksudnya….) untuk berbelanja membeli seperangkat alat sholat..eh maksudnya beli beberapa kebutuhan rumah tangga. Alasannya sepele..nyokap lagi males belanja, lagipula buat apa saya jadi anak kalau bantu ortu aja gak bisa…*mendadak soleh mode:on*

“Kamu kan mau jalan keluar…ya ga ada salahnya dong Mama nitip belanjaan, lagian gak banyak kok…” ujar my lovely mom sambil ngasih kertas yang isinya daftar barang2 yg harus dibeli.

Belanja sih gak masalah, toh udah banyak tempat2 belanja yg menawarkan konsep one stop shopping di tiap kota, jadi dengan belanja di satu tempat semua barang yang kita cari ada di sana..dan pilihan saya jatuh ke Giant…tepatkah???

Hmmm…memang harus saya akui dari segi kelengkapan produk yang dijual memang cukup banyak, tapi dari segi harga…ternyata nanti dulu….coba tanya dengan ibu2 yang sering berbelanja pasti lebih tahu mana yang menawarkan harga lebih murah meriah.

Rupanya tidak demikian dengan Giant…meskipun produknya cukup lengkap, tapi harga nya ternyata lebih mahal, bahkan bila dibandingkan dengan minimarket lainnya yang ada di dekat rumah saya…*so what gitu loh?? toh suka2 si pemilik dong mau masang harga berapa kek, iya kan??*
yuk..bahas si Giant ntu tuh..

Iklan, artis, endorser (bintang iklan). Pentingkah?

Ingat dengan iklan XL yg sempat diprotes karena menggambarkan seorang pria yg menikah dengan seekor monyet, eh terus berlanjut dengan menikahi kambing?

Kemudian XL mengeluarkan iklan lagi dengan menampilkan artis Luna Maya sebagai bintang iklannya,sampai pada akhirnya baru2 ini XL menggunakan monyet untuk promo terbarunya.

Saya juga sempat berpikir kenapa iklan produk2 Nutrifood jarang menggunakan artis Indonesia? Pada akhirnya saya mengetahui bahwa itu bertujuan untuk menggiring persepsi masyarakat bahwa produk2 Nutrifood itu high class, bagi saya itu hal wajar selama memang tepat dengan segmen dan target market mereka.

Promag dengan Deddy Mizwarnya, Fatigon dengan Ari Wibowo, Telkomsel dengan Indra Bekti, Mixagrip dengan Desy Ratnasari, dan masih banyak lagi produk yg membawa artis ternama sebagai endorsernya. Lalu apakah pertimbangan sebuah perusahaan dalam memilih endorser atau bintang iklan untuk produknya?

Lalu bagaimana pendapat rekan2 sekalian?
….KEEP READING My Friends

Kenapa harus Word of Mouth ?????

Baru2 ini saya pernah merasa kebingungan berada dalam sebuah bioskop di Bogor, bingung untuk memilih film mana yg bagus untuk ditonton, sebenarnya semua film yg masih tayang pada hari itu semua nya menarik, ada Madagascar Escape 2 Africa, Transporter 3, Bedtime stories, twilight, saus kacang, City of ember.

Karena pusing memilih, akhirnya saya mencoba mengingat film apa saja yg direkomendasikan oleh teman2 saya, dan kenapa alasannya. Setelah beberapa saat akhirnya saya bisa mengambil keputusan untuk menonton twilight saja, dan untungnya keputusan saya benar, karena filmnya pun cukup menarik.

Bukan film twilight yg akan saya bahas pada kali ini, karena saya sendiri belum pernah membaca novelnya, sehingga agak sulit membandingkan dengan versi film nya. Akhirnya, ketika menonton pun saya tidak terlalu terpengaruh ikut heboh seperti remaja2 putri yg “kesengsem” berat dengan tokoh Edward Cullen si vampir keren *kata cewek2 loh ya.. bukan kata saya*, sampai2 teman saya yg perempuan rela digigit vampir asalkan vampirnya Edward Cullen (ampe segitunya..pdhal klo cuma gigit menggigit, Tukul Arwana kyknya lebih ganas he3x..just kidding).

Nah, pernah kah rekan2 berada dalam kondisi seperti saya, kondisi dimana lebih mengikuti rekomendasi orang lain dalam memutuskan sesuatu, baik itu memilih film, produk, dan lain2? kalau iya berarti kita sudah pernah mengalami efek word of mouth
….KEEP READING My Friends

Oreo, Ferdi Hasan dan teknik marketing komunikasinya

Rekans..pernah ingat kasus susu yang mengandung melamin di Cina? Kasus yang cukup heboh karena mengakibatkan banyak produk makanan dari Cina yang menggunakan susu ditarik dari peredarannya dan dilarang keras untuk di konsumsi, tidak terkecuali di Indonesia yang merupakan tujuan ekspor produk Cina.

Buat saya yang lebih heboh adalah berita yang mengungkapkan bahwa kasus tersebut rupanya sudah terjadi sebelum berlangsungnya Olimpiade Beijing, dan yang lebih parah lagi rupanya Pemerintah Cina juga sudah mengetahui hal ini namun mencoba menutupinya, karena ditakutkan akan mempengaruhi penyelenggaraan Olimpiade, padahal selama Olimpiade berlangsung atlit seluruh dunia banyak mengkonsumsi susu sebagai penunjang stamina untuk bertanding (kejamnya….)
….KEEP READING My Friends