Satu gerakan..berjuta arti..

bodylanguage1Apa yang paling enak dilakukan ketika waktu luang? mungkin salah satu nya “nongkrong” di kafe..ketika sudah berada di kafe apa kira2 yang paling menyenangkan untuk dilakukan?

Baca novel, komik, majalah? browsing? meng “autiskan” diri dengan cara nge blog? Ngobrol sana sini..haha hihi bareng temen sambil ngemil or “ngopi” di kafe? atau masih banyak yang lainnya. Pernah gak untuk coba memperhatikan bahasa tubuh atau body language dari mereka yang sedang ada di kafe? Ya itulah terkadang yang iseng2 saya lakukan kalau berada di tempat keramaian.

Seperti yang saya alami minggu kemarin iseng gak ada kerjaan akhirnya saya memutuskan pergi ke kafe untuk mengisi waktu sambil baca buku. Kebetulan suasana kafe tidak terlalu ramai. Nah…yang paling enak adalahhh…ternyata secara kebetulan di kafe tersebut ada sekelompok remaja cowok, saya perkirakan sih SMU yang iseng2 berkenalan dengan sekelompok remaja cewek yg juga anak SMU, 5 cowok berkenalan dengan 3 cewek, obrolan pun berlangsung setelah perkenalan tadi.

Mungkin karena sifat bawaan saya yg suka memperhatikan suatu hal yg saya anggap unik, maka saya coba memperhatikan dan menganalisa bahasa tubuh kedua kelompok remaja tersebut, sekaligus ingin mengetahui apakah mereka “enjoy” untuk saling berkomunikasi atau tidak *iseng banget yak..pake merhatiin tingkah laku orang segala*

Dan hasilnya adalah..kelompok cowok terlihat menggebu-gebu menjurus nafsu…dan kelompok cewek merasa terganggu!!!

Pengamatan pun selesai…..*WHATTT??? macam mana pula ini postingan*
sabar kawan..coba deh di klik dulu nyang ini..

PR pun sedikit berubah….(gara2 web 2.0)

Pada awalnya saya berpikir bahwa memasuki era web 2.0, akan terjadi banyak hal yg merubah konsep marketing. Rupanya hal itu memang kini sekarang sudah terjadi, dan bagi saya perubahan itu positif, karena kini masyarakat lebih bisa berpartisipasi.

Namun rupanya bukan hanya dunia marketing yg mengalami perubahan, Public Relation pun mengalami perubahan dari konsep lama menjadi konsep baru yg lebih dinamis dan partisipatif tentunya.

Memang tidak dapat dipungkiri PR itu juga bisa merupakan bagian dari marketing, walaupun tidak sedikit pula yg beranggapan berbeda dengan saya.

Bukan sedikit sok pintar nih ceritanya, tapi saya hanya mau coba membahas dari sedikit ilmu yang saya tahu, dan coba mengkaitkannya dengan kondisi sekarang, untuk sekedar mengetahui seperti apa ya seharusnya PR sekarang ini.

*pembahasan dimulai*
….KEEP READING My Friends

Komunikasi sebuah iklan

Ada seorang ibu terlihat frustasi mengajarkan anaknya bermain piano, sepertinya si ibu berpkir tidak ada harapan untuk membuat si anak mampu bermain musik dengan baik.

Pada suatu ketika ketika si ibu sedang berada di kantor, tiba2 teleponnya berdering ketika diangkat tidak ada satu pun yang menjawab, yang terdengar hanya suara piano yang melantunkan sebuah lagu “Happy Birthday To You”, sesaat kemudian si ibu pun menangis, rupanya yang memainan lagu tersebut adalah si anak menggunakan piano dan memainkan lagu tersebut tepat di hari ulang tahun ibunya.

Rasa haru dan bangga pun muncul, seolah ada pesan yg terkandung di dalamnya, bahwa keajaiban yg terjadi pada seorang anak tidak dapat muncul tiba2, tapi ada proses di dalamnya.
….KEEP READING My Friends

Blog Internal Perusahaan (The end…)

Rekan2…ini adalah postingan lanjutan dari artikel sebelumnya yg berjudul “Blog Internal Perusahaan (Part one..)”.

Namun pada kesempatan kali ini saya akan membahasnya dari segi yg lain saja. Seperti yg rekans..pernah baca pada artikel sebelumnya (btw, emang ada gitu yg baca ????? ahhh biarin yg penting eksisss..!!!), pembahasan lebih fokus pada manfaat blog internal serta bagaimana mengimplementasikannya, walaupun penjelasannya tidak terlalu banyak, tapi mudah2an berguna.

Nah..sebenarnya ada juga bagian lain yg menurut saya cukup menarik *pede abiss..mode on*
….KEEP READING My Friends

Blog Internal Perusahaan. (part one…)

blog2Pada tanggal 18 Agustus 2008, ada suatu kejadian yang saya alami, yang kemudian menginspirasi saya untuk membuat postingan berikut ini. Pada waktu itu saya dan salah satu pegawai yang menjabat sebagai IT senior di MarkPlus yaitu Boyd, berdiskusi dengan COO MarkPlus yaitu Pak Michael Hermawan untuk membicarakan masalah system database di kantor kami.

Ok, diskusi berjalan lancar. Sampai pada akhirnya kami iseng2 membicarakan masalah blog internal di MarkPlus, yang menjadi tempat kami bertukar informasi atau sekedar sharing knowledge, tiba2 Pak Michael bertanya sesuatu kepada saya yang membuat saya bingung untuk menjawabnya.

“Sya, kenapa kamu gak coba masukin artikel atau informasi apapun yg berguna ke dalam blog?”, Tanya Pak Michael pada saya.

“Dia minder mas, jadi gak berani aktif diblog”, ucap Mas Boyd langsung “nyeletuk”

Fiuhh…parah juga nih Mas Boyd, pikir saya. Setidaknya jangan bilang saya minder dong..(walaupun emang agak minder sih..) cari jawaban yang lebih ilmiah, lebih menjual, atau lebih profesional misalnya sedang sibuk, terlalu banyak kerjaan, atau bisa juga sakit perut, sakit gigi, kelaperan jadi gak bisa mikir, kehausan, belum mandi, sibuk syuting, ketiduran di kantor, nyuci motor, gali sumur atau apa kek..(halahh..malah lebih ngaco..).
….KEEP READING My Friends