Impianku di 4 November 2012

Dulu dari jaman mahasiswa sampai diinjek menginjak dunia kerja saya udah sering denger ucapan “jika kamu punya impian, maka tulis impian itu dalam selembar kertas, atau tulis dalam buku impian kamu daaannn this is it..impian kamu akan menjadi nyata.

Dan katanya impian yang baik itu adalah impian yang ditulis jadi kita bisa melihatnya sesering mungkin atau menjadi penyemangat kita pas merasa jenuh atau gak fokus ama tujuan hidup. Terinspirasi dari hal itu, pernah suatu waktu di dalam kamar kos yang sumpek dan kecil di sebuah kota metropolitan dengan tingkat polusi tingkat tinggi kualitas air yang buruk, transportasi yang macet, kebisingan yang bikin pusing, kriminalitas yang ga ada abisnya, saya nulis impian saya atu per atu di selembar kertas, dan nomor 1 di daftar impian saya adalah…..menikahi wanita yang saya cintai dan menjadikannya pendamping hidup saya dan keajaiban itupun terjadi sodara sodara *jreng..jreng*
4 November 2012

Naik kereta itu sesuatu banget ya :)

image Pertanyaan pertama, pernah ga merhatiin penumpang yang naik kereta ngapain aja? Kalo sering merhatiin toss dulu dah berarti kita sama2 ga punya kerjaan malah merhatiin orang hehehe..

Tapi bener deh kalo diperhatiin tiap penumpang kereta itu selalu punya cara masing2 untuk mengenjoykan perjalanan keretanya *halahh bahasanya ga jelas* tapi ini emang bukan omdo loh, toh nyatanya emang itu penting apalagi dengan kondisi perkeretaan di negara endonesah tercintah ini yang ga bisa dipungkiri masih banyak masalah mulai dari kereta telat, gangguan sinyal, penuh sesak padet sumpek bikin ga sedikit penumpang yg kadang ngeluarin sumpah serapah saking keselnya *hayoo ngaku*

Makanya ga heran untuk kami yang selalu menggunakan kereta tiap harinya baik yg dari bogor, depok, serpong, bekasi harus ada hal yang dilakukan selama perjalanan.

Continue reading

Ketika berserah diri, ga akan sia-sia (sebuah cerita)

image Nahhh..sesuai judulnya nih. Postingan kali ini memang sebuah cerita, cerita pendek yg diangkat dari kisah nyata penuh haru, semoga menginspirasi, berdebar-debar, cenat cenut dan dapat dipertanggungjawabkan *mulai lebay deeehh..heu heu*

Ok cerita dimulai tepatnya 10 Jan.2012, waktu itu gw akui kondisi keuangan lagi kurang baik sehingga akhirnya harus super duper ngirit supaya bisa survive sampai akhir bulan. Bayangin aja sodara2 itu tanggal 10 dan menuju tanggal 25 masih berapa putaran lagiii..dan sampai sekarang pun masih berjuang, ahahaha mantap bener dah nih perjuangan, i like it..

Well yg paling menyedihkan adalah untuk makan siang aja harus berpikir makan ga ya makan ga ya, kalo makan ada ongkos ga ya buat besok, terus kalo ada kebutuhan mendadak gimana dong, sampai akhirnya gw putusin ga usah makan siang pasti bertahan. Sambil agak2 nahan lapar *untung ga sempoyongan* gw berpikir daripada ngeluh nahan lapar minta2 juga ga baik, mendingan sholat zuhur aja, curhat abis2an ke Allah S.W.T
Klik aja ga akan dosa

Antara rejeki dan sedekah

Menyambung tulisan sebelumnya yang tentang “Always one step ahead” sepertinya gw mulai merealisasikannya dengan langkah nyata. Sumpah ga tau pengaruh darimana gw begitu bersemangat untuk mewujudkan target hidup di 2012. kok bisa yakin? karena percaya ada yang bantuin. Kok yakin bisa dibantuin? nahhh beginilah ceritanya sodara2.. *hening*

Btw, kita semua pasti pernah dong berdoa atau memohon, meminta sama Allah S.W.T, iya kan? klo iya berarti kita sama *toss*, apa? ada juga yang ga pernah? wahh sumpah loe sombong banget klo emang begitu, sana bertobat :), inget banget menjelang akhir 2011 gw jadi sering intropeksi diri ternyata masih banyak target hidup gw yang belum tercapai atau mungkin baik sengaja atau ga sengaja gw lupain gitu aja, kenapa? ow ternyata gw berada di zona nyaman sodara2..bahaya kan!! walhasil gw mulai merenung depan kaca ampe retak dan muncul keinginan untuk menambah rejeki, apalagi waktu itu ternyata gw masih ada utang ama temen, ga besar sih tapi tetep aja itu utang & bisa dosa klo ga dibayar.
klik aja, jamin ga dosa ^_^

Banyak bersabar…dan banyak bersyukur…

sabar2Temans…hari ini saya merasa benar2 diuji banget, harus lebih banyak menahan emosi supaya gak muarahh..Bagaimana rasanya bila ada seseorang yang merendahkan diri temans2…?? baik dengan cara menghina, mengejek, mencela dan sebagainya? Saya sendiri rasanya harus lebih banyak belajar lagi untuk menguasai emosi, ada beberapa cara yang biasa saya gunakan.
….KEEP READING My Friends

It’s time to sleep..Zzzzz…..

nikko-bali1Ok, sebenernya ini kisah lanjutan dari cerita saya sebelumnya. Selesai penutupan OJIIP, saya memutuskan untuk mencari tempat penginapan. Rasanya tidak mungkin saya menginap di kosan teman saya, lha wong..dia sendiri lagi super sibuk, akhirnya di pagi buta selesai sholat subuh, perjalanan saya berlanjut.

Di tengah-tengah perjalanan, saya teringat teman saya yang pernah menginap di sebuah hotel di Jatinangor, nama hotelnya Ci*** P***N (gak boleh sebut merek…), pikir saya kenapa tidak coba saja menginap di hotel tersebut, apalagi rata-rata hotel yang ada di lingkungan mahasiswa mungkin harganya lebih murah. Tepat dugaan saya hotel itu masih ada, dan ternyata masih ada kamar kosong di dalamnya. Tanya jawab seputar harga sewa per malam pun dimulai .
…KEEP READING My Friends

OJIIP 2008, senang kembali ke kampus

resize-of-sdc101031Sesuai dengan judul postingan saya kali ini, itulah yang saya rasakan ketika saya menghadiri penutupan ospek jurusan ilmu informasi dan perpustakaan (OJIIP) pada tanggal 22 November 2008. Ketika acara mulai sampai dengan acara selesai, dapat saya katakan saya mencoba menikmati suasana kampus yang sudah satu tahun saya tinggalkan.

Perjalanan saya mulai dari kota Bogor sekitar pukul 08.30 pagi, menuju bandung menggunakan bus MGI via tol cipularang, tidak banyak yang bisa saya lakukan selama dalam perjalanan, hanya membaca sebuah novel yang akhirnya berhasil saya baca secara tuntas, yaitu novel “Yakuza Moon” (akan saya bahas nanti isi cerita dari novel tersebut). Tidak terasa perjalanan hanya memakan waktu 3 jam (saya sampai bandung jam 11.30), biasanya menuju bandung via puncak perjalanan bisa mencapai 5 jam bahkan lebih, tapi kali ini perjalanan terasa begitu cepat dan tidak melelahkan sama sekali.

Saking terlalu cepat saya sampai di Bandung. sempat bingung juga kemana tujuan selanjutnya, mengingat acara penutupan OJIIP itu mulai pada jam 22.00. Waktu yang lumayan panjang itu akhirnya saya manfaatkan untuk keliling kota bandung naik angkot tentunya, mendatangi tempat-tempat yang jarang saya kunjungi atau yang belum pernah saya kunjungi, waktu memang terasa cepat, karena tanpa disadari jam sudah menunjukan pukul 18.00. Sudah waktunya saya berangkat ke Jatinangor.

Biasanya orang pergi ke Jatinangor dengan cara naik bis Damri. Tapi kali ini saya menggunakan jalur yang berbeda, saya terpaksa berangkat ke sana dengan cara naik turun dari satu angkot ke angkot yang lainnya. Kok bisa? ya itu karena saya “nyasar”, niatnya mau ke arah Kiara Condong, tapi malah kebablasan sampai Gede Bage (pusat fashion dunia…huahahahaha..), tapi buat saya itu gak masalah selama perut gak terasa lapar, dan kaki belum bengkak-bengkak karena kebanyakan jalan kaki, akan tetap saya lanjutkan acara “bag packer” ini.

Apakah ada kejadian yang menarik selama perjalanan? Saya rasa tidak, semua terasa biasa saja, apalagi pikiran saya lebih tertuju membayangkan kira-kira akan seperti apa ya acara malam nanti? berapa ratus orang kah alumni yang hadir? berapa ribu kah peserta OJIIP yang datang? Sebenarnya itu bisa dibilang pertanyaan aneh. Sejarah mencatat alumni yang hadir ke acara penutupan OJIIP, tidak pernah membludak, seratus orangkah? sekali lagi tidak mungkin.

Peserta OJIIP yang hadir ribuan orang? wah apalagi yang satu ini, sejarah juga mencatat, tidak pernah lebih dari seratus orang. Bisa dibilang pertanyaan saya tadi jawabannya adalah “just in your dream my friend”… but its ok, saya pernah mengatakan tujuan saya datang ke acara tersebut hanya sekedar nostalgia melihat kampus tercinta dulu. Jadi saya gak pernah berharap lebih dari acara penutupan OJIIP.

Apakah ada pemandangan menarik untuk dilihat selama di Bandung? hohoho….ini Bandung boi…banyak yang bisa dilihat, ditro yang berjejer dari satu jalan ke jalan lain, FO yang banyak dikunjungi orang-orang yang “gila” shopping dan kebanyakan kendaraan yang diparkir di depan FO tersebut berplat mobil dengan huruf “B”, atau ada juga mojang Bandung anu gareulis hohoho. Untuk yang terakhir itu saya dan teman-teman kantor saya memiliki persepsi yang sama, mengapa kota Bandung bisa disinggahi oleh wanita-wanita cantik? Di Jakarta naik angkutan umum atau naik bis, ditambah kemacetan serasa menyiksa bahkan terasa “tua di jalan”, apalgi penumpang yang isinya cuma kernet yang bertampang sangar, atau kalau lagi beruntung bisa juga isinya preman yang tampang nya tidak kalah sangar (ohhhh..kejamnya Ibukota..).
..KEEP READING My Friends

Penyakit “Nostalgia masa kuliah”

ojiip4Akhir Bulan Agustus tahun 2008, kalau tidak salah tanggal 28, tepat satu tahun saya total meninggalkan dunia kampus, dunia yang banyak memberikan saya kenangan. Berarti sudah satu tahun pula saya berpetualang di dunia baru, yaitu dunia kerja. Terus terang saya merasa sudah banyak yang berubah dari diri saya sendiri, terkadang kalau saya berbicara dengan teman satu angkatan, kok rasanya pola pembicaraan sudah banyak yang berubah, mulai dari topik yang dibicarakan, cara penyampaian, cara kita mengeluarkan pendapat, dll. Tapi terus terang saja buat saya pribadi selama itu menunjukan kemajuan pada diri saya berarti tidak masalah sama sekali.

Nah….besok tepatnya tanggal 22 November 2008 bertempat di kampus Fikom Unpad Jatinangor, akan jadi spesial moment untuk saya. Akhirnya saya punya kesempatan datang kembali ke kampus. Sebenarnya pada hari itu adalah malam puncak ospek jurusan kami, mahasiswa jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan. Bagi kami yang sudah senior atau bisa disebut juga alumni, itu adalah saat untuk mengenaljunior kami. bertemu dengan junior??? Bisa dibilang itu juga jadi salah satu tujuan saya datang ke acara tersebut, sudah ada tiga angkatan dibawah saya yang tidak saya hadiri penutupan ospek jurusannya, bukan sombong atau mau dibilang sok eksklusif, tapi terus terang aja teman-teman satu angkatan saya pun jarang yang menghadiri acara tersebut.

Alahasil, datang ke acara tersebut seorang diri adalah pilihan yang sangat amat saya hindari, bukan juga berarti tidak kenal angkatan di atas saya, tapi bagaimanapun juga akan lebih “nyambung” rasanya kalau ada teman seangkatan yang sama-sama hadir di acara tersebut.
…KEEP READING My Friends