Apa sebenarnya yang dicari oleh gay dan lesbian?

Saya belum pernah membahas topik yang sangat sensitif selama ini, tapi terus terang agak “gatel” untuk sekedar bertukar pikiran mengenai topik “gay dan lesbian” satu ini. Iya, topik ini muncul ketika saya melihat banyaknya pro dan kontra terkait akan diselenggarakannya Konferensi Gay-Lesbian yang akan digelar di Surabaya tanggal 26-28 Maret 2010.

Sedikit kaget ketika saya mendapat berita bahwa ini bukan sekedar konferensi biasa dengan tema International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Intersex Association jelas sekali bahwa ini berada di tingkat Internasional tepatnya Asia dan ini merupakan penyelenggaraan konferensi yang ke 4 kalinya.

Saya sering mengatakan ke teman-teman saya kalau saya tipikal pecinta kebebasan, saya punya prinsip setiap orang memiliki kebebasan selama berpegang pada tiga hal:

1. Mengetahui apa yang dia lakukan / perbuat

2. Tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain

3. Dapat bertanggung jawab

Tapi bila melihat ke kasus gay dan lesbian tadi saya tidak bisa serta merta mengatakan itu kebebasan mereka, bingung karena saya mencoba melihatnya dari dua sisi, satu dari sisi kebebasan mereka menjalani kehidupan dan sisi yang kedua dari agama.

Mereka mahluk hidup? itu pasti, apakah mereka bagian dari masyarakat? itu jugaiya karena mereka ada ditengah-tengah kita, menikmati fasilitas umum yang ada sama seperti kita, menikmati acara televisi sama seperti orang lain, memiliki pemikiran, bisa berpikir kritis dan malah punya hak diperlakukan sama dengan orang lain. Lalu apa tujuan dari diadakannya konferensi tersebut?

Awalnya saya pikir ini adalah masalah pengakuan, mereka ingin diakui keberadaannya di tengah masyarakat sekaligus dihargai, ingin hak-haknya sebagai manusia dapat diperoleh sepenuhnya, tidak heran bila mereka mengatasnamakan acara ini sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Jelas sekali salah satu harapan kaum ini dari terselenggaranya konferensi tersebut adalah pengakuan masyarakat terhadap keberadaan mereka sekaligus penolakan terhadap diskriminasi yang rentan terjadi terhadap kaum ini, belum adanya undang-undang yang mengatur hak mereka dirasa menjadikan mereka terpisah dari kehidupan warga negara yang lain, padahal mereka selalu mengatakan bahwa mereka juga warga negara Indonesia.

Tapi pada kenyataannya tidak sedikit juga pihak-pihak yang menolak dengan konferensi yang akan diadakan, hal ini dikarenakan acara tersebut hanya akan memancing kerusuhan di masyarakat, selain juga pada kenyatannya tidak ada agama manapun yang menjelaskan posisi mereka, sehingga wajar bila dari segi etika dan moral dianggap mengganggu.

Belum lagi kita juga ingat kasus pembunuhan berantai yang pernah dilakukan oleh Ryan yang menderita kelainan seksual sehingga muncul stigma bahwa kaum gay dan lesbian memiliki kehidupan kelam seperti itu.

Sekarang terserah teman-teman yang membaca tulisan ini, apakah kaum gay dan lesbian memang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang dinamis? atau hanya merupakan penyakit psikologis yang sebenarnya masih dapat diobati? Serta bagaimana penilaian teman-teman terhadap konferensi gay-lesbian tersebut?

Jujur saya pribadi merasa ini hanya penyakit psikologis yang mereka alami dan butuh proses untuk mengembalikan kaum gay-lesbian tersebut ke kodrat mereka mulai dari pendidikan agama yang tepat hingga dukungan keluarga dan teman terdekat serta masyarakat untuk membantu mereka menjadi normal kembali. Tapi bila saya dipaksa memberikan pendapat tentang apa pendapat saya mengenai konferensi tersebut? Mohon maaf, saya akan menolak konferensi tersebut untuk diadakan, karena bukan penggalangan massa yang mereka butuhkan tapi jalan kembali ke ajaran agama yang benar yang seharusnya mereka cari.

Yup ini hanya sekedar pendapat dan menyampaikan unek-unek..tanpa ada sedikitpun maksud untuk melakukan diskriminasi, toh tiap orang punya pendapat dan pemikiran masing-masing.

Advertisements

2 comments on “Apa sebenarnya yang dicari oleh gay dan lesbian?

  1. sebagian dari orang yang menjadi lesbian maupun gay mungkin terjebak pada pergaulan, atau bisa dibilang hanya ikut-ikutan. tapi tidak sedikit dari gay dan lesbian yang terlahir dengan kondisi yang seperti itu. sama halnya dengan bayi yang dilahirkan dengan syndrom down, anak tersebt pastinya tidak mau dilahirkan seperti itu jika ia harus memillih. seperti itu pula gay dan lesbian. mereka hanya ingin seperti manusia normal pada umumnya. mencintai dan dicintai. ini hanya masalah gender, dan hati. bukan suatu penyakit. karena kalaupun mereka bisa memilih, mereka tidak mau dilahirkan seperti itu. tq.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s