Pepsi unjuk gigi dengan Refresh Everything

Rekan-rekan semua…mohon maaf karena saya belum membuat postingan terbaru di blog ini. Untungnya ada seseorang yang mau membantu saya, perkenalkan namanya Tamy…ketertarikannya pada dunia marketing, telah membuatnya memberi ijin kepada saya untuk memposting tulisannya di blog ini. Oh iya tulisannya juga di posting di situs www.the-marketeers.com. Thanks to Tamy

————————————————————————————————–

Membicarakan Coca Cola sebagai pemain nomor satu untuk minuman soda di dunia rasanya tidak lengkap tanpa membicarakan pesaingnya yaitu Pepsi. Persaingan keduanya memang sangat mencolok dan sudah diketahui oleh banyak orang di negara manapun, bahkan ketika jamannya beriklan di televisi menjadi cara yang ampuh untuk strategi marketing, keduanya terlibat saling mencoba menjatuhkan satu sama lain mulai dari iklan yang terlihat kocak dan menyindir sampai pada menunjukan keunggulan produk masing-masing.

Membicarakan keduanya bukan terpaku pada bagaimana upaya mereka menjadikan mereknya sebagai yang terbaik di mata konsumen, tapi juga bagaimana mereka mulai beralih dari cara-cara pemasaran yang legacy menjadi new wave marketing.

Semuanya ini juga didasari pada sebuah kenyataan bahwa pemasaran dengan beriklan di media telah menguras budget dalam jumlah yang banyak, para pemasar kini mencoba untuk berpikir ulang mengenai ROI (Return on Investment) karena hal ini terkait dengan bagaimana menggunakan dana pemasaran seefektif dan seefisien mungkin guna mendapatkan penjualan yang kita inginkan, ROI sendiri menjadi sangat penting karena budget yang dikeluarkan untuk pemasaran berpengaruh pada akuntabilitas pemasaran.

Dengan semakin mahalnya biaya untuk pemasaran melalui media, perusahaan jadi semakin kritis dan banyak bertanya apakah selalu dibutuhkan dana yang besar untuk mencapai target pemasaran? Apakah mungkin kegiatan pemasaran yang maksimal dapat dicapai dengan dana yang diturunkan? Apakah ada cara baru yang sesuai dengan kondisi pasar sekarang ini, tentunya dengan dana yang lebih sedikit?

Merek besar seperti Pepsi dan Coca Cola juga menyadari hal tersebut dengan mengupayakan konsep baru marketing yang lebih low budget high impact. Coca Cola misalnya mencoba untuk menggunakan situs micro-blogging seperti Twitter untuk terus mendekatkan dirinya dengan konsumen. Hal ini senada dengan pendapat para pakar marketing yang menjelaskan tentang The Cluetrain Manifesto bahwa market is conversation sehingga perusahaan juga harus ikut berpartisipasi dengan konsumennya, berbeda dengan pemasaran sebelumnya yang telah membuat para marketer nyaman dengan cara lama untuk membangun merek mereka.

Dari manifesto tersebut maka jelas sekali bahwa Coca Cola menggunakan media sosial untuk banyak hal mulai dari terkoneksi dengan konsumen, media kampanye produk, membentuk komunitas, memberi informasi seputar produknya, mendapat informasi dari konsumen sendiri, mendengar kritik juga saran dan lain sebagainya. Ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Dan Nelly, CEO dari Networked Insights, sebuah perusahaan yang menggunakan sosial media untuk membantu klien membuat keputusan pemasaran. ”The value of social media is it’s the richest data set that’s ever existed, and you can use this data for many things,”ungkapnya.

Pada kenyatannya penggunaan media sosial di tahun 2010 memang akan semakin banyak, ini terbukti dari hasil penelitian sebuah lembaga survey asing ExactTarget yang menyatakan bahwa dari 1.000 marketer yang mereka survey, 70% dari mereka berencana untuk meningkatan pengeluaran pemasaran mereka melalui media sosial, sedangkan kurang dari 20% masih terfokus pada pengefektifan pengukuran ROI.

Kembali ke Pepsi, lalu bagaimana merek satu ini bersaing dengan Coca Cola? Apakah juga melakukan hal yang sama dengan aktif di media sosial? Ketika banyak brand berlomba-lomba untuk melakukan eksperimen pemasaran lewat media sosial, Pepsi justru melakukan pemasaran yang berbeda. Seperti yang kita ketahui Pepsi tidak mensponsori Super Bowl untuk pertama kalinya dalam 23 tahun. Super Bowl sendiri adalah salah satu tayangan televisi yang paling banyak ditonton di Amerika Serikat dimana pemilik brand tertentu biasanya menghabiskan jutaan dolar AS untuk memasang iklan selama pertandingan.

Lalu apa yang dilakukan Pepsi sekarang? Pepsi mulai sibuk membangun sebuah proyek ambisius yang berkaitan dengan program sosial yang mereka sebut dengan ”Refresh Everything” yang hasilnya nanti akan disumbangkan untuk kegiatan amal. Untuk lebih jelasnya kita bisa mengunjungi situs mereka di www.refresheverything.com, ini merupakan cara Pepsi dekat dengan masyarakat online, yang menurut para eksekutif Pepsi, program yang ada di Refresh Everything bertumpu pada empat tren besar baru di dunia online sehingga lebih bermanfaat, yaitu: crowdsourcing, doing good, sharing and tranparency.

Pepsi sebagai pemain no.2 di pasar minuman ringan memang terkenal banyak menghabiskan dana besar hanya untuk beriklan, di tahun 2009 saja mereka sudah menghabiskan dana sekitar 89 juta dolar Amerika, namun dengan cara ini Pepsi yakin mereka dapat berinteraksi online dengan tujuan yang lebih bermanfaat sebagaimana yang diungkapkan oleh para eksekutif Pepsi bahwa Refresh Everything bukan sekedar media sosial untuk kampanye Pepsi, tapi dapat digunakan pula sebagai media online untuk menyebarkan hal-hal positif di lingkungan sekitar kita. Bagaimana media ini bekerja? Seperti yang terpampang pada situsnya ”we’re looking for people, businesses, and non profits with ideas that will have a positive impact. Look around your community and think about how you want to change it.”

Memang tidak bisa dinilai sekarang tingkat keberhasilannya, tapi yang pasti ketika Pepsi mengumumkan program baru mereka, maka Coke telah siap memulai kampanye sosial mereka dengan bekerjasama dengan BGCA (Boys and Girls Clubs of America) tentunya secara online.

Senang rasanya ternyata masih bisa melihat keduanya bersaing sehat dengan program masing-masing dan ini bukti persaingan keduanya memang tidak pernah mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s