Maju terus….(iklan & brand), pantang mundur (gara2 resesi)!!!

brand_loveFiuuuhhh…akhirnya ada waktu sedikit untuk nulis di blog, kebetulan saya menemukan artikel menarik untuk dibahas tentang bagaimana iklan harus tetap bertahan untuk membangun brand sebuah produk di tengah krisis seperti sekarang ini.

Ya..ya..gak bisa disalahin juga sih, karena krisis global yg terjadi mengakibatkan setiap perusahaan berlomba-lomba memotong biaya iklan produknya, kenapa? Karena biaya iklan itu cukup mahal, dan ketika kita berbicara ingin menyelamatkan anggaran ketika terjadi resesi….maka setiap hal yang mengharuskan kita mengeluarkan dana sebesar xxx juga harus dipotong, dan ini merupakan cara termudah dan tercepat menyelamatkan anggaran dalam jangka pendek.

Apakah ini cara yang tepat? Ternyata tidak juga, kenapa?

Ada beberapa alasan. Yang pertama..membangun brand adalah bagian dari marketing, dan marketing itu diibaratkan strategi dalam menghadapi berbagai perubahan, termasuk perubahan kondisi ekonomi. Jadi..daripada sibuk memotong anggaran, lebih baik sibuk memikirkan strategi marketing yg tepat untuk membangun brand produk kita.

Sehingga pikirkan dulu strategi iklan yg tepat di tengah kondisi ekonomi yg mengalami penurunan, baru kemudian memikirkan anggaran yg sesuai untuk menjalankan strategi tersebut.

Bukannya malah langsung memotong anggaran, kemudian langsung memaksakan diri untuk beriklan dengan anggaran yg pas2an tersebut.

Alasan yang kedua, jika kita merasa puas karena telah memotong anggaran sekarang, maka kita akan membayar lebih mahal nantinya ketika resesi sudah berlalu. Karena hanya brand yg tetap eksis lah yg akan tetap diingat masyarakat sesudah krisis, dalam arti memotong anggaran hanya memberikan manfaat jangka pendek, namun resiko jangka panjang…

“If I stop advertising for two months, sales wont drop, but they will be hit three or four months down the line. People tend to make this mistake in a recession. IT IS THE WRONG TIME TO CUT.”-Vikram Mehra, CMO, Tata Sky-

Alasan ketiga, dengan memotong anggaran iklan pada saat resesi, maka hal itu akan mengakibatkan kehancuran serius pada brand produk kita. Sehingga sebenarnya kita harus tetap membangun brand di saat perlambatan ekonomi sekalipun.

Kenapa? Karena hanya 10% pembelian sebuah produk didasari oleh harga yg ditawarkan. Sedangkan pembelian sebuah produk yang tepat oleh masyarakat, sebesar 59% didasari oleh brand yg kuat dan dikenal.

Sehingga ketika terjadi perlambatan ekonomi sekalipun…masyarakat tetap mencari dan mengingat brand yg berkualitas dan berumur panjang. Kalau kita tidak memperkuat brand kita, mana mungkin produk kita akan diingat oleh masyarakat.

Alasan yang terakhir adalah, karena resesi atau perlambatan ekonomi justru bisa menjadi kesempatan emas, loh kok bisa?? Seperti yang saya baca dari sebuah artikel dibawah ini

“Brands that increase advertising during a recession, when competitor are cutting back, can improve market share and return on investment at lower cost during good economic times.” –Prof. John Quelch, Harvard Business School-

Jadi menurut pengetahuan saya yang pas2an ini, maksud si profesor itu adalah ketika terjadi resesi maka kompetitor kita bisa jadi akan mengurangi anggaran iklannya sehingga sedikit demi sedikit brand kompetitor kita akan terlupakan oleh masyarakat.

Nah…jika kita tetap memikirkan strategi baru dalam meningkatkan brand produk kita di tengah kondisi tersebut, secara otomatis kita bisa merebut pangsa pasar (bahasa happening nya mah Market Share) kompetitor kita.

Lalu perubahan apa lagi yg terjadi selama krisis global terhadap aktivitas periklanan???

Banyak yang mengatakan, media yg digunakan untuk beriklan pun terjadi perubahan, bahkan banyak yang mengatakan media yang cocok digunakan di masa krisis global kali ini adalah media online.

Inilah cara baru beriklan yang banyak orang2 menyebutnya sebagai New Wave Marketing. Betulkah?

Saya lebih tertarik menjawab pertanyaan tersebut menggunakan penjelasan yang diberikan oleh Alexander Mulya seorang praktisi brand yang menjabat sebagai Chief Consultant of MarkPlus Brand Credence di MarkPlus, Inc.

Dalam Majalah Marketers Alex menjelaskan bahwa New Wave tidak selalu bersifat online. Aktivasi New Wave dihasilkan dengan pendekatan baik yang bersifat online dan juga offline

Maksudnya disini adalah, cara New Wave ada yang menggunakan media yang bersifat mobile seperti penggunaaan internet ataupun handphone. Ada yg sifatnya memancing interaksi antara customer dengan brand bahkan beraktivitas dengan brand, hal seperti ini disebut Alex sebagai Experential. Dan yang terakhir adalah Social dimana customer bersama-sama dengan kerabat, teman, keluarga dapat berinterakasi dengan brand.

Selain itu, memasuki masa krisis global seperti sekarang ini, untuk tetap dapat meningkatkan brand maka harus dipertimbangkan porsi antara ATL (Above The Line) lewat media seperti TV, radio dan majalah / koran, dan juga porsi beriklan melalui BTL (Bellow The Line) seperti event.

Jadi Bung Alex mengatakan, kalau kita hanya memiliki dana yang sedikit, maka sebaiknya tidak memaksakan diri berpromosi dengan cara ATL. Ditambah lagi beriklan melalui media seperti televisi selain mahal juga porsi tayangnya harus cukup banyak agar customer paham dengan isi iklan, tertarik, kemudian melakukan pembelian produk. Nah..untuk melakukan hal tersebut di media televisi, berarti akan lebih banyak anggaran yang terkuras.

Adapula yang menganggap BTL sebagai cara yang cocok. Karena dengan mengadakan event disebuah tempat dapat meningkatkan image dan penjualan secara langsung, walaupun tidak dapat dilakukan terus menerus karena keterbatasan waktu dan tempat.

Akhir kata, Bung Alexander Mulya menyarankan agar dalam beriklan dan memperkuat brand, maka komposisi yg digunakan adalah 60% untuk ATL dan 40% untuk BTL agar langsung kena sasaran di saat krisis seperti sekarang ini.

………………………………………………………………………………………….

Oh iya bro…penjelasan dari Alexander Mulya tentang aktivasi brand tersebut dapat dibaca selengkapnya pada majalah Marketeers, edisi Maret-April 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s