Mari belajar dari Amir dan Kiara…

Rekans….setelah kemarin selama beberapa hari saya iseng dan sok sibuk menonton beragam acara televisi, akhirnya saya menemukan satu iklan lagi yang kemudian menjadi iklan favorit saya sekarang ini.

Ingat iklan IM3 yg menampilkan sosok artis Adly Fairuz, yg ceritanya sedang sibuk bermain teka teki silang di dalam bus, kemudian menggunakan kata2 seperti “telmi”, “tekdung” dan juga “ttm”? Ya… pada akhirnya iklan itu tidak jauh dari perang harga antara Indosat dengan operator lain, iya kan?

Atau baru2 ini ada iklan XL dimana diceritakan ada seorang pria di telepon Luna Maya, kemudian ketika diangkat yang terdengar hanya suara monkey yg rupanya si monkey itu lagi sibuk nelpon sana sini karena pakai tarif murah XL yg bebas murahnya setiap saat. Intinya…perang harga lagi.

Nah, saya “kecantol” dengan iklan operator selular yg lain yaitu Axis. Memang sih iklan Axis juga ada yg versi perang harganya, tapi mungkin rekans pernah lihat iklan Axis versi Amir dan Kiara. Berbeda bukan.

Awal kemunculan iklan Axis versi Amir saja menurut saya sudah cukup menarik, seolah mendeskripsikan komitmen Axis untuk membuat produk layanan yang berkualitas, inovatif dan mampu bersaing sehat, yang digambarkan dengan sosok anak bernama Amir

Muncul lagi baru2 ini iklan Axis versi Kiara, pada iklan ini Axis ingin menunjukan komitmen Axis yg mampu memberikan pelayanan maksimal, memberikan solusi, penuh perhatian, dan tanpa pamrih, yang digambarkan dengan sosok Kiara.

Pada iklan ini Axis berusaha menunjukan taktik yg berbeda dari operator lain untuk merebut pangsa pasar dengan menunjukan penawaran (offer) yg mereka berikan kepada masyarakat seperti produk berupa layanan yang berkualitas, harga (price) yang mampu bersaing dengan operator lain, saluran distribusi (place) dari Axis yg menjangkau hampir seluruh Indonesia, dan komunikasi (promotion) ala Axis yg menciptakan awareness tentang keunggulan Axis.

Penjelasan diatas terkait dengan 4P yg ada pada Marketing Mix yang merupakan bagian dari Tactic marketing, jadi ini hanya bagian kecil saja ya, bukan keseluruhan yang menentukan sukses tidaknya sebuah merek. Tapi lumayan menarik untuk menambah tulisan di blog lah hehehe… 😀

Rekans…saya mencoba mengkategorikan bahwa apa yang dilakukan oleh Axis melalui iklan itu merupakan salah satu contoh dari creative marketing mix. Berdasarkan buku yang saya baca yaitu Rethinking Marketing karya Hermawan Kartajaya dkk, menjelaskan bahwa creative marekting mix adalah marketing mix yang mendukung strategi perusahaan (segmentation – targeting – positioning), serta mendukung komponen tactic differentiation – selling) lainnya dan mampu membangun value (brand – service – process).

Sebagai tambahan penjelasan, bahwa selain creative marketing mix, juga ada beberapa jenis marketing mix lainnya, diantaranya destructive marketing mix, dimana marketing mix satu ini tidak menambah manfaatnya bagi customer, serta tidak membuat brand perusahaan menjadi lebih kuat. Contoh yg paling nyata adalah apa yg dilakukan oleh para operator selular lewat perang harganya, yg tidak menambah kulitas malah merugikan dan membuat bingung konsumen yg pada akhirnya juga tidak menciptakan konsumen yg loyal.

Lalu juga ada me – too marketing mix, yaitu marketing mix yang meniru marketing mix lain yang sudah ada dari para pemain lain di industri yg sama. Contohnya adalah Mie Sedap dan Indomie, keduanya sering melakukan teknik marketing mix yg nyaris sama, atau mungkin memang jelas2 sama, terlihat sekali dari cara promosinya yg melibatkan masyarakat banyak dalam sebuah event makan mie terpanjang, atau makan mie terbanyak.

Ok, kita coba bahas lagi tentang Amir dan Kiara di iklan Axis, apa sih sebenarnya yg ingin ditunjukan oleh Axis kepada masyarakat? Rekan2 pasti tahu, kalau operator sibuk dengan perang harganya, saling menjatuhkan satu sama lain, seolah berpendapat bahwa untuk memenangkan persaingan tarif murahlah yg jadi juaranya…*kok mirip lagu ya?*

Mungkin inilah yg ditangkap oleh Axis, ikut masuk dalam promosi perang tarif berarti sedikit peluang untuk dilirik oleh masyarakat toh pada kenyatannya masyarakat juga jenuh dengan cara itu, karena kebanyakan tarif yg murah tidak didukung dengan kualitas yg bagus, dan layanan yg mengecewakan. Berarti sedikit peluang untuk mendapatkan customer yg loyal.

Lalu Axis berpikir bagaimana kalau kita ambil sisi yang lain, promosinya boleh kita tampilkan tarif murah yg diberikan Axis, tapi Axis juga mengutamakan layanan dan kualitas, tapi bagaimana caranya? Ahaa…munculkan sisi emosional pada promosinya

Maka munculah Axis versi Amir dan Kiara. Kenapa sisi emosional di pilih Axis untuk memperkuat brandnya? Menurut Daryl Travis penulis buku emosional branding. Sebuah perusahaan memperkuat brandnya dari sisi emosional karena ingin memperkuat visi dan kreativitasnya untuk membangun kepercayaan konsumen dan agar lebih mudah diterima

Jadi jika rekan2 melihat sosok Amir dan Kiara sebagai sosok yg berani berkompetisi, pandai melihat peluang, mampu memberikan solusi, mampu memberikan layanan yg terbaik dan tanpa pamrih, maka itulah kesan yg ingin ditanamkan Axis kepada masyarakat.

Sebagai tambahan apa yg disampaikan Axis pada iklan tersebut adalah janji Axis kepada masyarakat sebagai konsumen yg akan tertanam di pikiran konsumen, dan apabila janji itu berhasil ditepati maka tidak dapat dipungkiri bahwa operator lain akan cukup kesulitan.

Diharapkan dari hal tersebut akan tercipta relationship bukan hanya transaksi. Dan akan terbentuk loyalitas dari pelanggannya, sesuai dengan penjelasan yg saya dapat dari sebuah buku bahwa bila ingin mendapatkan loyalitas fokuslah pada tiga hal yaitu, customers, cutomers, customers, yang artinya bahwa cara terbaik membangun brand yg kuat adalah berhenti memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang customer, tapi mulai berpikir tentang apa yg bisa dilakukan dan diberikan oleh perusahaan, yang tidak bisa dilakukan oleh perusahaan lain. Bahasa kerennya mah “Stop thinking transaction and start thinking relationship” *beuhhh..repot euy bahasanya*

PS: Saya membahas Axis ini, tanpa ada niat untuk mempromosikan Axis, atau memilih Axis sebagai operator GSM yang paling baik di Indonesia…hanya sebatas penilaian biasa tanpa ada unsur apapun…

(^_^)v..peace & regards…

Advertisements

2 comments on “Mari belajar dari Amir dan Kiara…

  1. well, mo ikut sedikit berkomentr. Iklan ini memang bagus, karena menonjolkan sisi lain dari operator. Di kala operator lain sibuk perang harga, Axis malah mnunjukan kesiapannya memberikan good service, semoga operator lain meniru, karena konsumen udah bosen dgn perang harga yg mengenyampingkan kulitas produk dan layanan. Thanks.

  2. apalagi sih yg dijual ama operator klo bukan layanan komunikasi, dah kuno deh kyknya masih perang harga, siip…mending utamain kulitas service

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s