Iklan, artis, endorser (bintang iklan). Pentingkah?

Ingat dengan iklan XL yg sempat diprotes karena menggambarkan seorang pria yg menikah dengan seekor monyet, eh terus berlanjut dengan menikahi kambing?

Kemudian XL mengeluarkan iklan lagi dengan menampilkan artis Luna Maya sebagai bintang iklannya,sampai pada akhirnya baru2 ini XL menggunakan monyet untuk promo terbarunya.

Saya juga sempat berpikir kenapa iklan produk2 Nutrifood jarang menggunakan artis Indonesia? Pada akhirnya saya mengetahui bahwa itu bertujuan untuk menggiring persepsi masyarakat bahwa produk2 Nutrifood itu high class, bagi saya itu hal wajar selama memang tepat dengan segmen dan target market mereka.

Promag dengan Deddy Mizwarnya, Fatigon dengan Ari Wibowo, Telkomsel dengan Indra Bekti, Mixagrip dengan Desy Ratnasari, dan masih banyak lagi produk yg membawa artis ternama sebagai endorsernya. Lalu apakah pertimbangan sebuah perusahaan dalam memilih endorser atau bintang iklan untuk produknya?

Lalu bagaimana pendapat rekan2 sekalian?

Ok, masalah jawaban tergantung dari rekan2 semua, saya hanya ingin memberikan sedikit penjelasan tentang peran artis dalam sebuah iklan dan juga apa saja yg harus diperhatikan.

Banyak sekali pro dan kontra mengenai penggunaan artis sebagai endorser sebuah produk. Beberapa pihak ada yg mengatakan bahwa artis sangat berperan untuk membantu memperkuat sebuah merek dan mempercepat pengenalan produk ke masyarakat.

Namun ada pula yg berpendapat bahwa memperkuat sebuah merek dan mempercepat pengenalannya kepada masyarakat, tidak selamanya harus melalui bantuan artis. Karena artis hanya memberikan efek sementara, sedangkan memperkuat sebuah merek adalah proses yg berjalan terus dan tidak selamanya bergantung pada peran artis.

Seorang artis dipilih membintangi sebuah iklan biasanya karena memiliki karakter dan personifikasi yg sama dengan produk yg diiklankan. Ari Wibowo menjadi bintang iklan Fatigon karena dianggap sebagai sosok artis yg aktif di segela bidang, namun juga sangat memperhatikan kualitas hidup dan kondisi tubuhnya. Ringgo Agus Rahman sebagai bintang iklan Esia, karena dianggap mewakili karakter Esia yg dinamis, suka sesuatu yg baru, dan kreatif seperti karakter Esia, dan sebagainya.

Terkait masalah artis sebagai bintang iklan sebuah produk, Dwi Sapta sebagai sebuah agency periklanan malah berpendapat bahwa endorser itu harus bisa mendorong dan mendongkrak penjualan, dalam arti apa yg ada dari diri seorang artis bukan hanya sebagai pemanis tetapi juga harus menjadi faktor pemicu yg dapat menambah value pada konsumen.

Saya sendiri sangat setuju, karena bila iklan itu dikaitkan pada masalah pencitraan sebuah produk, maka untuk dapat membangun citra tersebut bukan hanya sekedar fokus pada promosi, fokus pada konsep promosinya termasuk hanya fokus pada siapa yg berhak menjadi endorsernya.

Selain itu pemilihan endorser pun harus disesuaikan dengan tujuan iklan yg ingin dicapai, apakah endorser itu digunakan untuk pengenalan merek, membangun atau memperbaiki citra sebuah merek, meningkatkan loyalitas merek. Semuanya tergantung pada situasi yg berbeda-beda.

Beberapa pakar marketing komunikasi mengatakan bahwa terdapat tiga tujuan penggunaan artis sebagai endorser atau bintang iklan, yakni :
1. Untuk menarik perhatian.
2. Memperkuat kredibilitas.
3. Mendongkrang Citra.

Sekali lagi, saya hanya memaparkan penjelasan terkait dengan endorser ini, rekan2 silahkan membuat keputusan sendiri terkait hal ini. Semoga tidak bingung ya (^_^)

Mengapa saya berkata demikian, karena saya sendiri berpendapat banyak pertimbangan dalam memilih endorser yg tepat. Pertimbangan tersebut terkait dengan biaya yg harus dikeluarkan untuk membayar seorang artis menjadi bintang iklan sebuah produk, serta bagaimana kira2 hasil penjualan lewat promosi yg menggunakan artis tersebut? Cukup efektifkah? meningkatkan kesadaran dan minat dari konsumenkah?

Ditambah lagi kredibilitas dan karakter sang artis yg harus disesuaikan dengan citra produk kita. Kira2 kesan apa yg ada di benak ibu2 ketika melihat sebuah iklan susu untuk anak, yg dibintangi oleh Maya Estianti misalnya, sedangkan sang artis sedang terlibat kasus perceraian dan perebutan hak asuh anak. Hal ini berarti jangan sampai salah memilih endorser, karena akan cukup berpengaruh pada merek yg dibintanginya.

Ingatkah rekan2 dengan iklan Antangin yg dibintangi oleh almarhum Basuki. Antangin rupanya cukup lama mengontrak Basuki sebagai endorsernya, sampai pada akhirnya diakui bahwa pihak Antangin cukup mengalami kesulitan mencari pengganti Basuki.

Hal ini berarti jangan sampai pamor endorser justru lebih kuat dan melebihi produk yg dibintanginya. Akibatnya masyarakat lebih mengenal bintang iklannya, bukan manfaat dari produknya.

Akhir kata, saya ingin mengatakan bahwa endorser hanya bagian dari sebuah konsep marketing komunikasi, bukan mutlak menjadi penentu sukses tidaknya sebuah merek, karena sekali lagi perjalanan menciptakan sebuah merek yg kuat adalah perjalanan panjang, yg butuh banyak cara.

Mungkin kapan2 kita kayaknya perlu juga membahas sensualitas dari sebuah iklan, setuju?

Advertisements

12 comments on “Iklan, artis, endorser (bintang iklan). Pentingkah?

  1. Endorser sih saya lihat sebagai unsur pelicin/pemanas aja. Bila bintang iklannya cantik, tentu saja pemirsa lebih terpaku. Kalo tidak, setidaknya budaya ikut2an beken masih bisa digunakan πŸ™‚

    Kalo saya masih setuju bila produk perlu seorang icon yg sejalan dengan produk, tapi tidak mesti seorang artis terkenal. Asal pas saja.

    Hmm .. *mikir*

  2. memang yg paling ptg itu bagaimana membuat sebuah iklan mampu mngktkn penjualan produk, mau pake artis kek, lokal atau luar negeri yang ptg penjualan meningkat.. Salam kenal dari mhsswa Fikom juga.. πŸ˜€

  3. selama masih banyak endorsser dari artis2, berarti artis masih punya peranan, iklan kan salah satu bentuk promosi, jd harus enak dilihat..sori klo gak nymbung, gak ada basic advertising soalnya… πŸ™‚

    salam kenal & keep writing aja dh, okey..

  4. Halo..salam kenal sebelumnya, saya mau ikut pendapat, dari yang saya ketahui, ada tiga hal yang biasanya digunakan utk menarik perhatian sebuah iklan, yaitu bila menampilkan sosok ibu, atau bayi atau bisa juga binatang.

    hmm..saya belum punya banyak buktinya sih, tapi saya sempat baca tulisan kamu tentang komunikasi sebuah iklan, mungkin ada kaitan antara 3 hal tadi dengan iklan, yaitu sama2 menggunakan unsur emosional untuk menarik minat masyarakat..thx ya!

  5. saya setuju sekali bahwa endoser merupakan bagian dari strategi markom..saya juga sependapat bahwa iklan haruslah menggunakan icon yang menarik, namun harus pas dengan pesan yg ingin disampaikan..kalo iklan provider menggunakan icon hewan, apakah tepat penggunaannya? liat dari respon temen2 sih, justru banyak yg buat jadi lucu2an jokes (mungkin karna menarik atau malah unik) tapi bukankah malah berkesan icon itu mewakili para penggunanya? ada yang bisa bantu komen? trims sebelum dan sesudahnya.. -pr student

  6. @ Luktan : masih nyambung & pendapat kamu gak salah…klo sebuah iklan memang harus menarik, yaaa…smntara ini memang bisa dibilang sebagai pemancing daya tarik..salam kenal..

    @ Frida : kyknya saya butuh bukti deh, yg menyebutkan klo ibu, anak kecil dan binatang itu adalah tiga hal yang paling mampu membuat sebuah iklan menarik..but thanks for your info…(^_^)

    @ Angelia : saya juga setuju dengan Angel…endorser, pesan yg ingin disampaikan dan produk harus sesuai, masalah icon hewan pd produk XL, memang sering dijadikan jokes yg mengatakan bahwa Luna Maya & monkey perannya sama…hehehehe…salam buat anak PR yg lai ya..*sok kenal mode on*

  7. endorser, wah itu kata2 yg cukup asing di dunia IT. hmm pak isya, saya mau tanya kalau ukuran keberhasilan iklan dibintangi oleh artinya dilihat dari apa yah?? misalkan hanya sekedar masyarakat mengingat bintang iklannya aja terus ga laku produknya, apa itu msh dikatakan berhasil?? maav saya awam dalam dunia marketing πŸ˜€

  8. @Phie : menurut saya yg terpenting adalah iklan itu mampu menghasilkan penjualan, sesuai dengan yg di jelaskan oleh Ad Agency Dwi Sapta bahwa orang sekarng ini bikin iklan bukan untuk meraih penghargaan, yg lebih penting dari itu adalah, menumbuhkan awareness masyarakat dan mau membeli produknya..

    Endorser menurut saya cuma duta dari sebuah produk, tp mereka jg membawa pesan2 khusus. Contoh jamu tolak angin endorsernya ada Sophia Latjuba, Rhenald kasali, Agnes Monica, tujuan dari pemilihan endorser itu adalah ingin menunjukan bahwa jamu tolak angin jg cocok d knsumsi masyarakat menengah ke atas. Tp klo masyarakatnya cuma ingat artisnya, tp produknya gak laku, dari segi iklan bisa saja ada pesan yg gagal disampaiakan, atau bisa juga distribusi produk yg salah, iklannya utk kelas masyarakat menengah ke bawah, tp produknya gak ada di warung2…

  9. mmh..
    antara iklan dan bintang iklan mank hrs sesuai dgn misi iklan,, stuju bgt! ga peduli mo artis, org biasa atw binatang skalipun.

    iklan vitalong c paling pas bwt LM “modal otak dan penampilan mank prlu,, tpi klo ga vit, apa gunanya!” (LM tu artis yg plng sibuk n g knl lelah! ampun..)
    klo LUX, milih LM krn LM memiliki sesuatu yg sma sekali b’beda dgn wanita pd umum’y (ni kt org LUX nya loh.. LM punya keinginan yg kuat, dy tau hrs kmn dy melangkah)
    TOSHIBA memilih LM sbg duta untuk pecitraan produknya: cantik, smart, fashionable, enerjik! (n trkenal!)>yg ni nonton e life style metro tv pas bgian prtanyaan knp milih LM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s