Kenapa harus Word of Mouth ?????

Baru2 ini saya pernah merasa kebingungan berada dalam sebuah bioskop di Bogor, bingung untuk memilih film mana yg bagus untuk ditonton, sebenarnya semua film yg masih tayang pada hari itu semua nya menarik, ada Madagascar Escape 2 Africa, Transporter 3, Bedtime stories, twilight, saus kacang, City of ember.

Karena pusing memilih, akhirnya saya mencoba mengingat film apa saja yg direkomendasikan oleh teman2 saya, dan kenapa alasannya. Setelah beberapa saat akhirnya saya bisa mengambil keputusan untuk menonton twilight saja, dan untungnya keputusan saya benar, karena filmnya pun cukup menarik.

Bukan film twilight yg akan saya bahas pada kali ini, karena saya sendiri belum pernah membaca novelnya, sehingga agak sulit membandingkan dengan versi film nya. Akhirnya, ketika menonton pun saya tidak terlalu terpengaruh ikut heboh seperti remaja2 putri yg “kesengsem” berat dengan tokoh Edward Cullen si vampir keren *kata cewek2 loh ya.. bukan kata saya*, sampai2 teman saya yg perempuan rela digigit vampir asalkan vampirnya Edward Cullen (ampe segitunya..pdhal klo cuma gigit menggigit, Tukul Arwana kyknya lebih ganas he3x..just kidding).

Nah, pernah kah rekan2 berada dalam kondisi seperti saya, kondisi dimana lebih mengikuti rekomendasi orang lain dalam memutuskan sesuatu, baik itu memilih film, produk, dan lain2? kalau iya berarti kita sudah pernah mengalami efek word of mouth

Dalam dunia marketing mungkin saya dapat menjelaskan word of mouth itu sebagai suatu kondisi dimana orang mau berbagi informasi, opini, atau ide tentang sebuah produk, atau sebuah brand, bisa juga perusahaan kepada orang lain, tujuannya agar orang lain tertarik untuk ikut mencoba apa yg telah direkomendasikan.

Word of mouth ini tidak bisa disamakan dengan buzz marketing, karena dua hal ini berbeda. Sebagai contoh perusahaan sepeda merek XYZ mempromosikan sepeda terbarunya dengan mengajak puluhan model wanita cuantik untuk berkeliing Jakarta naik sepeda menggunakan pakaian seksi *sibuk ngebayangin modelnya kepanasan*

Nah apa yg dilakukan oleh perusahaan tersebut dpat menimbulkan kehebohan dan omongan banyak orang dan menarik perhatian orang untuk melihatnya, karena cara sepeda tersebut berpromosi dianggap cukup uedan, gila, unik. Buzz marketing hanya mampu terjadi dan efektif pada hal2 seperti itu tadi karena dianggap sesuatu yg baru dan original.

Tapi apakah cukup mampu untuk jadi rekomendasi orang membeli produknya? belum tentu, karena promosinya yg heboh, belum tentu manfaat ataupun kesan2 dari orang yg pernah menggunakan produk tersebut akan seheboh promosinya.

Lalu bagaimana dengan orang2 yg melakukan word of mouth, apa alasannya mereka sering merekomendasikan sebuah produk kepada orang lain?

Orang2 yg senang membicarakan sebuah produk kepada orang lain, mungkin ini menjadi salah satu kunci fenomena word of mouth. Mulai dari ibu2 rumah tangga, karyawan kantor, anak2 SD, mahasiswa, artis, tukang becak, tukang nasi goreng, fotografer dan sebagainya.

Hal2 yg memotivasi mereka melakukan tersebut, bisa saja hanya sekedar ingin memberi tahu kita tentang sesuatu hal yg mereka ingin orang lain juga tahu, sekedar membuat orang lain juga tertarik, sekedar berbagi pengalaman dan mungkin masih banyak lagi.

Menurut Dave Balter & John Butman, ada juga beberapa hal yg menjadi alasan utama orang2 menjadi pelaku word of mouth, yaitu :

– Memberi pertolongan dan informasi yg mendidik
Alasan ini muncul karena terkadang kebanyakan orang ingin ikut terlibat memberikan informasi kepada orang lain yg dirasa membutuhkan dengan tujuan agar orang tersebut dapat membuat keputusan yg benar. Sebagai contoh seorang wanita yg pernah hamil dan melahirkan, kemungkinan besar akan memberikan informasi kepada wanita hamil lainnya, mulai dari produk untuk bayi, dokter yg tepat, makanan dan minuman yg tepat untuk ibu hamil, dengan tujuan agar tidak salah memilih.

– Menunjukan atau membuktikan pengetahuan yg dimilikinya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa tiap orang punya keinginan untuk memperlihatkan apa yg diketahuinya kepada orang lain, dan memastikan orang lain melihatnya serta membuktikannya. Tapi buat saya pribadi hal ini jangan dijadikan sebagai sesuatu yg negatif karena terkesan pamer, saya pribadi cukup menghargainya karena terkadang banyak manfaat dan pengetahuan baru yg saya peroleh dari mereka yg mencoba menunjukan pengetahuannya.

– Untuk menguatkan opini
Terkadang kita melakukan word of mouth dengan tujuan menguatkan opini kita tentang suatu produk. Dengan melakukan word of mouth kepada orang lain kita berharap orang lain pun dapat memberikan informasi tambahan yg semakin menguatkan opini kita dan membenarkan informasi yg kita berikan.

– Untuk kebanggaan
Kita juga melakukan word of mouth karena secara tidak langsung kita juga merasa bangga telah menjadi bagian promosi dari sebuah produk. Sebagai contoh, saya menggunakan sebuah produk merek X, hingga sekarang dan cukup bangga karena merasa telah memilih pilihan yg tepat, lebih bangga lagi ketika saya dapat merekomendasikannya kepada orang2 terdekat saya kemudian mereka juga merasakan hal yg sama seperti saya, apalagi bila produk yg saya gunakan ternyata mendapat pengakuan sebagai produk yg bagus dari orang lain.

-Berbagi
Setiap orang melakukan word of mouth karena mereka ingin berbagi ide, opini dan informasi. Terlepas apakah produk dan jasa yg mereka gunakan dan rasakan baik atau buruk, sangat wajar untuk membicarakannya kepada orang lain, terkadang lewat word of mouth lah kita dapat mengetahui secara jujur informasi tentang sebuah produk dan jasa.

Mungkin itu hanya sepintas yang saya tahu tentang word of mouth. Buat saya pribadi, semakin majunya teknologi seperti internet bisa membuat peran word of mouth menjadi semakin penting, dan para bloger lah yg terkadang memiliki peran yg kuat dalam word of mouth sekarang ini.

Ahhh…ternyata sekarang mulai menikmati enaknya jadi bloger (^_^)

Advertisements

6 comments on “Kenapa harus Word of Mouth ?????

  1. @ Ichanx : dasar loe chanx…laen kali gw coba bahas deh marketing lips to lips, itu jg klo dpet bahannya.. ahahaha

  2. @Karra..sebenrnya banyak…word of mouth cuma salah satunya, dan memang lagi berkmbang saat ini, karena adanya komunitas, media mobile, sampai komunitas sosial yg sifatnya online kyak facebook…tapi cara seperti beriklan, bikin even dll juga masih ampuh kok…salam kenal ya dan makasih dah berkunjung… 😀

  3. oooo itu yg bukunya grapevine yaaah….
    maaas aku lg angkat skripsi ttg WOM, kl ada info menarik lainnya, kirim2 k email ku yah…makasih

  4. @ridiany sebenarnya banyak bnget buku yg mmbahas tntang word of mouth, plus kasus2nya…kebetulan saya bekerja di perusahaan knsultan mrketing, seandainya ada beberapa buku yg kira2 sesuai dgn yg kamu cari saya bisa kasih kabar ke kamu..thanks dah berkunjung… (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s