Merasa Bosan???? Ganti aja…

bosan-1Cuma sekedar pemberitahuan bahwa blog ini sengaja dirubah tampilannya, karena merasa bosan dengan tampilan yang lama, dan mau mencoba tampilan baru. Jadi..untuk teman2 baik yg sengaja ataupun tidak sengaja mengunjungi blog 1000langkah ini, saya berharap mudah2an suka dengan wajah baru blog ini yg lebih sangar…..kejam…namun tetap bermoral *loh kok???*

Oh iya, kalau isinya sih masih tetap sama, beberapa pembahasan masih tetap seputar marketing, dan masih sedikit terfokus pada masalah marketing komunikasi.

Ingin sih membahas topik yg lain, tapi masalahnya saya bukan tipe orang yg berani membahas suatu hal yg tidak saya kuasai. Mudah2an teman2 tetap suka ya dengan pembahasan di dalam blog ini.

Sebagai penutup…saya hanya ingin mengucapkan bahwa saya terbuka untuk umum *ihh..kok kyk wc umum*

Eh…maksudnya terbuka untuk menerima kritik dan saran dari teman2 semua…Akhir kata, terima kasih telah mengunjungi blog ini..

(^_^)v….”peace

Advertisements

Kenapa ya mereka mau bikin even???

Pernah menonton acara Let’s Dance yg ditayangkan Global TV ? Kalau iya berarti bagus, rekan2 masih lebih gaul dari saya. Loh kok? Jangan kaget, saya termasuk yg jarang melihat acara seperti itu baik yg live ataupun yg ditayangkan di televisi.

Tapi Hari Minggu kemarin, saya tidak sengaja menonton acara tersebut, bahkan sampai tuntas..tas..tas… Kebetulan Lets Dance kali itu ditayangkan live melalui televisi, dan bukan siaran ulang. Wah double profit dong? Yes, betul sekali. Dan yg lebih menarik, ini adalah Lets Dance Grand Final, dimana juaranya akan mendapat kesempatan untuk bertanding di Jepang. Hebatttt!!!!
….KEEP READING My Friends

Politic + Marketing tahun 2009

Peristiwa besar apa yg kira2 akan kita lalui di tahun 2009 ini? Salah satunya adalah pemilu. Ya, tidak dapat dipungkiri peristiwa satu ini akan kita alami, bahkan segala bentuk persiapan yg mengarah kesana sudah banyak terlihat mulai dari tahun 2008 lalu.

Pemilu yg nantinya akan menjadi awal terbentuknya pemerintahan memang merupakan satu hal penting bagi mereka yg bergerak di bidang politik, tidak sedikit dari para politikus mencoba menarik perhatian dari masyarakat mulai dari kampanye melalui media cetak, bakti sosial, penyelenggaraan event, dan sebagainya.

Kita tidak akan membahas politik untuk sekarang, karena saya sendiri tidak terlalu paham dengan urusan yg satu ini *makanya sering jadi korban politik*

Tapi pernakah teman2 melihat cara para politius tersebut mencoba mencari perhatian masyarakat, dengan banyaknya wajah2 baru yg tidak kita kenal terpampang pada pamflet atau spanduk seolah mencoba memperkenalkan diri sebagai caleg dengan senyum, penampilan rapi dan tidak lupa jargon2 yg terkesan membela kepentingan masyarakat *gak tau deh aslinya kyk gimana..*
….KEEP READING My Friends

Mari belajar dari Amir dan Kiara…

Rekans….setelah kemarin selama beberapa hari saya iseng dan sok sibuk menonton beragam acara televisi, akhirnya saya menemukan satu iklan lagi yang kemudian menjadi iklan favorit saya sekarang ini.

Ingat iklan IM3 yg menampilkan sosok artis Adly Fairuz, yg ceritanya sedang sibuk bermain teka teki silang di dalam bus, kemudian menggunakan kata2 seperti “telmi”, “tekdung” dan juga “ttm”? Ya… pada akhirnya iklan itu tidak jauh dari perang harga antara Indosat dengan operator lain, iya kan?
….KEEP READING My Friends

PR pun sedikit berubah….(gara2 web 2.0)

Pada awalnya saya berpikir bahwa memasuki era web 2.0, akan terjadi banyak hal yg merubah konsep marketing. Rupanya hal itu memang kini sekarang sudah terjadi, dan bagi saya perubahan itu positif, karena kini masyarakat lebih bisa berpartisipasi.

Namun rupanya bukan hanya dunia marketing yg mengalami perubahan, Public Relation pun mengalami perubahan dari konsep lama menjadi konsep baru yg lebih dinamis dan partisipatif tentunya.

Memang tidak dapat dipungkiri PR itu juga bisa merupakan bagian dari marketing, walaupun tidak sedikit pula yg beranggapan berbeda dengan saya.

Bukan sedikit sok pintar nih ceritanya, tapi saya hanya mau coba membahas dari sedikit ilmu yang saya tahu, dan coba mengkaitkannya dengan kondisi sekarang, untuk sekedar mengetahui seperti apa ya seharusnya PR sekarang ini.

*pembahasan dimulai*
….KEEP READING My Friends

Iklan, artis, endorser (bintang iklan). Pentingkah?

Ingat dengan iklan XL yg sempat diprotes karena menggambarkan seorang pria yg menikah dengan seekor monyet, eh terus berlanjut dengan menikahi kambing?

Kemudian XL mengeluarkan iklan lagi dengan menampilkan artis Luna Maya sebagai bintang iklannya,sampai pada akhirnya baru2 ini XL menggunakan monyet untuk promo terbarunya.

Saya juga sempat berpikir kenapa iklan produk2 Nutrifood jarang menggunakan artis Indonesia? Pada akhirnya saya mengetahui bahwa itu bertujuan untuk menggiring persepsi masyarakat bahwa produk2 Nutrifood itu high class, bagi saya itu hal wajar selama memang tepat dengan segmen dan target market mereka.

Promag dengan Deddy Mizwarnya, Fatigon dengan Ari Wibowo, Telkomsel dengan Indra Bekti, Mixagrip dengan Desy Ratnasari, dan masih banyak lagi produk yg membawa artis ternama sebagai endorsernya. Lalu apakah pertimbangan sebuah perusahaan dalam memilih endorser atau bintang iklan untuk produknya?

Lalu bagaimana pendapat rekan2 sekalian?
….KEEP READING My Friends

Kenapa harus Word of Mouth ?????

Baru2 ini saya pernah merasa kebingungan berada dalam sebuah bioskop di Bogor, bingung untuk memilih film mana yg bagus untuk ditonton, sebenarnya semua film yg masih tayang pada hari itu semua nya menarik, ada Madagascar Escape 2 Africa, Transporter 3, Bedtime stories, twilight, saus kacang, City of ember.

Karena pusing memilih, akhirnya saya mencoba mengingat film apa saja yg direkomendasikan oleh teman2 saya, dan kenapa alasannya. Setelah beberapa saat akhirnya saya bisa mengambil keputusan untuk menonton twilight saja, dan untungnya keputusan saya benar, karena filmnya pun cukup menarik.

Bukan film twilight yg akan saya bahas pada kali ini, karena saya sendiri belum pernah membaca novelnya, sehingga agak sulit membandingkan dengan versi film nya. Akhirnya, ketika menonton pun saya tidak terlalu terpengaruh ikut heboh seperti remaja2 putri yg “kesengsem” berat dengan tokoh Edward Cullen si vampir keren *kata cewek2 loh ya.. bukan kata saya*, sampai2 teman saya yg perempuan rela digigit vampir asalkan vampirnya Edward Cullen (ampe segitunya..pdhal klo cuma gigit menggigit, Tukul Arwana kyknya lebih ganas he3x..just kidding).

Nah, pernah kah rekan2 berada dalam kondisi seperti saya, kondisi dimana lebih mengikuti rekomendasi orang lain dalam memutuskan sesuatu, baik itu memilih film, produk, dan lain2? kalau iya berarti kita sudah pernah mengalami efek word of mouth
….KEEP READING My Friends