The Power of Slanker…

slankMenerobos hujan di pagi hari..menerawang jalan di kegelapan..menahan rasa dingin menusuk tulang Itulah yg saya alami kemarin, demi sesuap nasi rela pergi ke kantor sambil berhujan ria menggunakan sepeda motor yg setia menemani, sayup2 terdengar lagu Ebiet G. Ade

“Perjalanan ini, terasa sangat menyedihkan…sayang engkau tak duduk disampingku kawan…dududu…dudududu…”

Ok stop!!!!

Bukan kisah perjalanan ke kantor yg mau saya bahas, karena pada akhirnya pun saya happy ending dapat duduk di kereta Pakuan Ekspress, sambil membaca koran.

Sambil sok sibuk baca koran saya mulai membalik halaman demi halaman yg ada di koran, hmmm..rupanya ada iklan yg menarik di koran tersebut, iklan apakah itu?

*pembahasan pun dimulai*
Iklannya dipasang satu halaman penuh dengan bintang iklan group musik kenamaan Slank.

Yang paling menarik bagi saya adalah tulisan dalam iklan tersebut “Buktiin Loe SLANKERS Sejati”. Nahhh..rekan2 ini baru namanya sniper, fokus pada target yg dibidik.

Memang berapa sih jumlah Slanker di Indonesia? Oh, banyak sekali, mungkin di Pulau Jawa saja sudah ada lebih dari ratusan ribu orang, atau bisa juga bisa mencapai jutaan, belum lagi yang di luar Jawa. Semuanya mulai dari tingkat menengah ke bawah atau menengah ke atas pasti ada yg merupakan Slanker sejati.

Terus, tepat gak Esia mengeluarkan produk yg diberi nama HP Esia Slank? Jelas tepat, karena pada umumnya semakin banyak produk yg beragam, semakin banyak pilihan untuk konsumen.

Tapi kok Esia malah memilih Slanker? Nah kalau untuk urusan yg satu ini, mungkin saya lebih ingin menjelaskannya dari kacamata komunitas.

Apakah Anda tahu siapa yg dibidik oleh Esia? iya, jawabannya para Slanker… Itulah kekuatan komunitas, sampai2 produsen pun sekarang ini lebih memilih untuk memfokuskan diri membidik dan memancing komunitas daripada beriklan untuk masyarakat luas secara membabi buta.

Mereka yg berkumpul dalam suatu komunitas adalah mereka yg memiliki kesamaan, baik itu hobi, pemikiran, tujuan dan sebagainya. Akan tetapi sekarang ini di era di mana komunitas semakin menjamur, maka mereka juga semakin memiliki power, tepatnya “power to influence”.

Inilah hebatnya komunitas, selain menjadi konsumen mereka juga bisa menjadi penjual. Dalam komunitas, tiap orang dapat berbagi informasi, saling memberikan rekomendasi tentang sebuah produk, perusahaan, dan kalau perlu semua informasi tersebut dapat disebar luaskan, tidak hanya dalam komunitas mereka, bahkan bisa sampai ke masyarakat luas.

Beberapa komunitas ada yang sifatnya sengaja dibentuk oleh perusahaan tertentu ada pula yg sifatnya independen atau berdiri sendiri. Terlepas dari itu semua, perusahaan sekarang merasa komunitas adalah kekuatan baru dalam marketing, dan yang paling utama mereka tidak dapat diabaikan atau dipandang sebelah mata.

Karena komunitas dapat memberikan pandangan tentang suatu produk, perusahaan dan merek tertentu, mereka tidak dapat di stop, atau dicegah. Pilihan perusahaan dalam melihat fenomena ini ada dua, mengabaikan apa yg mereka lakukan, atau ikut “nimbrung” menjadi partner bagi komunitas.

Komunitas itu bebas, punya sense of belonging yg tinggi, dan juga terbuka. perusahaan dapat bermitra dengan mereka tapi jangan pernah memanfaatkan mereka untuk kepentingan sendiri. Itulah sebabnya bila sebuah perusahaan bekerjasama dengan sebuah komunitas maka perlu ada semacam managing comunity. Dengan tujuan ada wujud nyata kolaborasi antara perusahaan dengan komunitas.

Akan lebih baik bila sebuah perusahaan membangun hubungan jangka panjang dengan sebuah komunitas, serta mampu menajdi partner untuk setiap program yg ada di komunitas tersebut. Dengan begitu akan timbul hubungan emosional antar keduanya, pada akhirnya komunitas mampu menjadi “evangelist” untuk perusahaan dan produk Anda.

Pernah saya sepintas membaca buku berjudul Crowd, karangan Yuswohady, disana dituliskan bahwa Robert T. Kyosaki pernah bilang “Janganlah Anda bekerja keras untuk mendapatkan uang, UANG-lah yg seharusnya bekerja keras untuk Anda.”

Lalu kemudian Yuswohady merubahnya menjadi “Janganlah Anda bekerja keras untuk (mendapatkan) pelanggan, PELANGGAN-lah yg seharusnya bekerja keras untuk Anda.”

Menggunakan group band ternama atau artis ternama, sebagai endorser atau bintang iklan emmang bukan cara baru. Seperti yg dilakukan oleh Flexi yg menggunakan The Changcuters sebagai bintang iklannya. Ada yg mengatakan cara itu digunakan Flexi, untuk mencoba masuk ke komunitas anak2 muda yg beraliran musik indie dan juga fans dari The Changcuters

Tapi kalau cuma ingin menjaring fans, tapi tidak mau membangun hubungan jangka panjang, itu sama juga namanya hanya memanfaatkan komunitas untuk promosi dan jualan produk, tidak lebih dari itu.

Hmm…sekarang tinggal kita lihat apakah Esia bisa membangun hubungan emosional dengan para Slanker dan berkolaborasi, atau hanya sekedar memanfaatkan Slank untuk memancing para Slanker dan hanya memikirkan hubungan jangka pendek.

Walaupun saya bukan Slanker sejati tapi saya mau coba lihat perkembangan Esia dan Slank ahhhhh….(^_^)

*Dan Slank pun bernyanyi*
“Aku gak butuh uangmu..aku gak butuh hartamu..yg ku butuh hanya cintamu…setulus cintaku padamu…”

Advertisements

9 comments on “The Power of Slanker…

  1. halo chanx…sama dong gw jg gak trdftar jd slankers, cuma ya brhubung lmyan nge fans & tau klo Slankers itu banyak, jd trtarik nge bahas promosi produk esia lewat Slank..salam PLUR okey.. šŸ˜€

  2. @Galuh : ya begitu deh plaku mrketing skrang di tuntut lebih pintar dlam memilih target, klo mslah untung, kita liat aja… kerjasama nya hanya untuk promosi sesaat, atau benar2 ingin merangkul Slankers nihh..masih nyari2 infonya euy.. salam kenal ya..(^_^)

  3. hohoho….kayaknya hubungan berlangsung selama kontrak iklan aja deh, kemaren kan Slank sempet juga dipake ama Telkomsel, Minak Djinggo,etc

    lagian ini hubungan simbiosis mutualisme, kenapa Slank akhirnya mau juga maen iklan…?

    cari modal buat ke Amrik bro…
    bagian dari perjuangan buat Go Internasional.

  4. MESKI NM GUA NGAK TERDAPTAR AMA SLANKERS PUSAT ,TAPI JIWA GUA UNTUK SLANKERS
    MAAF PAKE FB TEMEN
    BY:JADDAH SLANKERS CLUB CIKAMPEK ALFIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s