New Wave Marketing

Blog, komunitas online, komunitas offline, kreatifitas, marketing, sosial media dan sebagainya yang terkait dengan internet. Sepertinya ini menjadi bagian2 penting dalam New Wave marketing yang sedang banyak jadi pembicaraan para marketers.

Dua hari yang lalu tanggal 1 Desember 2008, lewat email kantor saya diminta menilai artikel dari beberapa orang finalis yang juga para bloger terkenal untuk acara New Wave Marketing Competition (NWMC). Saya tidak seorang diri, tapi ada juga beberapa rekan satu kantor dimintai hal yang sama. Terus terang agak sedikit ragu dan bingung dalam memberikan penilaian. Bukan karena artikel yang mereka buat tidak menarik, justru salah bila saya berpikir seperti itu. Karena mereka adalah bloger yang cukup terkenal, bahkan salah satu diantara mereka adalah finalis The BOBs Award dalam kategori blog berbahasa Indonesia terbaik.

Nah, justru saya sebagai penilai inilah yang bukan siapa2. Tapi terlepas dari itu semua saya mau mencoba membahas sedikit apa sebenarnya inti dari new wave marketing ini ,karena dari beberapa artikel yang dikirim oleh para finalis rata2 mereka selalu mengaitkan new wave marketing dengan keberadaan internet padahal ada beberapa hal yang tidak terkait dengan internet melulu. Semua yang saya tulis hanya sedikit pemahaman dan pendapat saya saja, namun semoga bermanfaat.

Menurut Hermawan Kartajaya, pemasaran kini sudah berubah, pola lama yang sering digunakan oleh perusahaan telah mengalami pengembangan. Dapat digambarkan seperti ini, dulu antara perusahaan sebagai produsen dan masyarakat sebagai customer bersifat vertikal, artinya apa yang dibuat oleh produsen berdasarkan pemikirannya sendiri, tidak terlalu melihat apa yang dibutuhkan customer, apa pendapat mereka, produk baru apa yang sedang di sukai dan lain sebagainya.

Sebenarnya tidak mutlak seperti itu juga, karena beberapa produsen juga ada yang melibatkan masyarakat sebagai customer dalam mengembangkan produknya. Tapi sekali lagi jumlah perusahaan yang melakukan hal ini tidak teralu banyak.

Beberapa cara lama yang digunakan perusahaan juga mulai dirasa menguras dana yang ada, cara beriklan melalui media, baik cetak ataupun elektronik bisa dibilang terlalu high budget, meskipun high impact.

Seiring berkembangnya teknologi internet, dapat dikatakan kita memasuki masa transisi. Pada awalnya keberadaan internet membuat kita masuk dalam sebuah era informasi, dimana kita dapat mencari dan mendapatkan informasi apapun yang ada di belahan dunia manapun. Memasuki masa era informasi ini banyak perusahaan2 memanfaatkan media satu ini untuk berpormosi kepada masyarakat. Namun sekali lagi kondisi seperti ini dikatakan oleh Hermawan Kartajaya sebagai masa web 1.0, dimana keberadaan web hanya sebagai alat komersial baru pengganti saluran promosi, penjualan ataupun distribusi yang sudah lama ada, namun tetap pola pemasarannya vertikal dalam arti customer tidak banyak dilibatkan dalam pengembangan, serta promosi produk sebuah perusahaan.

Nah, new wave marketing bukan berada pada era web 1.0, tapi lebih tepatnya masuk pada era web 2.0. Pada era tersebut internet bukan lagi sebagai alat komersial untuk berjualan dengan cara baru, tapi internet sebagai konektor yang menghubungkan antara produsen dengan customer, dan juga sebaliknya. Sehingga pola komunikasi keduanya berubah dari yang sifatnya vertikal menjadi horisontal, produsen dapat berkomunikasi dengan customer, customer juga dapat berkomunikasi dengan produsen.

Selain itu juga mungkin teman2 tahu dengan prinsip 4C yang ada dalam marketing yang saling berpengaruh, yaitu Company, Customer, Change dan Competitior, nah diera new wave marketing ini, keemapt elemen tersebut saling terkoneksi satu sama lain dengan adanya tambahan elemen kelima yaitu Connector.

Lalu apa peranan “connector” disini? Dengan adanya connector tersebut ke empat elemen tadi saling terhubung satu sama lain. Company dengan customer, change agent bahkan dengan competitor sekalipun.

Sebagai tambahan, menurut hermawan Kartajaya konsep new wave marketing ini adalah konsep baru yang dapat merubah konsep pemasaran yang high budget high impact, menjadi low budget high namun tetap high impact.

Akibat new wave marketing ini juga banyak perubahan lainnya. Dulu kita mengenal bagian2 marketing seperti segmentation, targeting, positioning, differentiation, marketing mix, product, price, place, promotion, selling, brand, service, process. Semua unsur tersebut tidak terpisahkan dan menjadi bagian penting dalam marketing plan.

Kini, semua unsur2 tersebut berubah menjadi communitization, confirming, clarifying, coding, crowd combo, co-creation, currency, communal activation, conversation, commercialization, character, caring dan collaboration.

Merasa bingung? bila ingin lebih jelas teman2 bisa mengunjungi blog ini www.hermawankartajaya.com karena di dalamnya banyak penjelasan mengenai hal tersebut, atau bisa juga mengunjungi situs www.kompas.com/bisniskeuangan/newwavemarketing

Untuk ke depannya, saya akan mencoba membahas sedikit demi sedikit kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan2 di Indonesia, dan mencoba menganalisisnya dari kacamata marketing komunikasi dan juga new wave marketing, walaupun hanya sedikit ilmu yang saya punya tapi semoga bisa salaing berbagi pengetahuan.

Ok, sebenarnya masih banyak perubahan konsep marketing setelah memasuki era new wave marketing, dan sampai sekarang saya masih mengikuti perkembangan konsep tersebut. Untuk berikutnya saya akan coba membahas tiga cara pemasaran yang bisa digunakan dalam new wave marketing, yaitu social media, mobile interactivity, dan mass collaboration.

Have a nice day my friends & regards…

Advertisements

4 comments on “New Wave Marketing

  1. Baru ketemu blog ini, dan ternyata Mas salah satu juri merangkap staf di Markplus ya? 😀 Sebenarnya dari contoh2 artikel di Kompas itu, sudah jelas sih istilah New Wave Marketing (NWM) ini nggak melulu tentang internet. Namun memang, kenyataannya kalau mau ambil contoh studi di Indonesia, yang lebih tereskspos adalah yang menggunakan internet.

    Anyway, meski nama saya nggak disebut2 di atas, tapi disinggung huehehehe..:D Santai saja lah, saya juga masih belajar kok.. 😛 Dan apa yang biasa saya tulis adalah pragmatis berdasarkan pengalaman saja. Kalau berbicara teori, serahkan saja pada pakarnya 😛

  2. @ Mas Pitra: wahhh mas Pitra ini bisa aja…jangan salah mas, blog mas Pitra ini sering jadi referensi saya loh kalau ingin tahu informasi tentang industri kreatif, perkembangan social media, internet dsb….ya begitulah mas, ketika memberikan penilaian agak bingung juga, terus terang yang jadi finalis semua karya tulisnya bagus2…saya sampai buka2 lagi artikel2 pak Hermawan di kompas, untuk bisa lihat seberapa dalam pemahaman tentang new wave dari artikel2 yang dikirim…Btw mas Pitra bilang masih belajar ???? nah ini baru yang namanya ilmu padi..makin berisi makin merunduk…justru seharunya banyak bloger yang belajar dari mas, saya ucapkan selamat ya mas atas prestasi The BOBs Award nya…(^_^)
    Best regards…

  3. Mas 1000langkah, bagaimana ya caranya membuat marketing plan yang berbasiskan new wave marketing?
    apa saja yang perlu dibahas? terima kasih. salam sukses!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s