Internet, friendster…cara baru prostitusi

friendster-poster1Tepat pukul 20.00, saya sampai rumah sudah beberapa hari ini pulang jadi semakin larut hanya dikarenakan jadwal kereta api Ekonomi – AC yang makin sering “molor”. Seperti biasa sampai rumah ketemu ortu, ganti baju kalau lagi iseng langsung nongkrong depan tv. bebearapa acara di televisi memang cukup menarik. Awal nya saya menyaksikan sebuah film berseri di Trans 7, bercerita dua orang kakak beradik yang sedang melakukan perjalanan dalam upaya pencarian ayah kandung mereka. Selama dalam perjalanan mereka menemukan berbagi macam hal dan kasus yang mistik, gaib, horor dan sebagainya. Cukup menarik daripada nonton sinetron yang sudah berjubel di setiap stasiun televisi.

Nah…pada saat iklan, saya iseng mengganti channel ke stasiun televisi lain, beberapa stasiun televisi masih sibuk dengan tayangan sinetronnya padahal jam sudah menunjukan pukul 21.00. Gonta ganti channel akhirnya pilihan saya jatuh ke TV One. Kenapa? stasiun tv satu ini sedang membahas sebuah topik kriminal yang menurut saya sedang hangat dibicarakan, apalagi kasus kriminal yang diangkat melibatkan penggunaan teknologi internet dan situs-situs jejaring sosial semacam friendster (wah pelaku kriminal sekarang makin canggih). Kasus tentang prostitusi melalui jalur internet dan friendster rupanya sedang marak sekarang ini.

Rupanya kemajuan teknologi sudah meningkatkan kreativitas dalam tindak kriminal, dulu prostitusi dijajakan di pinggir jalan dan beberapa lokasi khusus yang disediakan. Banyaknya penggrebekan dari aparat keamanan atas nama ketertiban masyarakat telah membuat kupu-kupu malam mencari cara lain agar kegiatan harian mereka tidak terdeteksi oleh aparat keamanan. Jadilah mereka memanfaatkan media internet dan lebih gilanya lagi mereka ada juga yang menggunakan friendster.

Jonathan Abrams mungkin tidak mengetahui bahwa situs jejaring sosial yang dibuatnya sekarang ini sudah menjadi tempat pelacuran yang efektif, untuk di Indonesia, saya sih kurang tahu jangan-jangan di negara lain juga melakukan hal yang sama? Atau mungkin baru di Indonesia hal ini terjadi? Negara ku satu ini makin jago aja kriminalnya, CD & DVD bajakan susah diberantas, sekarang ada lagi kasus prostitusi by internet dan friendster, kreatif tapi negatif.

Yang lucunya lagi prostitusi lewat internet semacam ini juga ada yang mengelola, ada adminstrator nya. Jadi cewek2 ABG yang ingin mulai menjadi artis porno dadakan di internet sekaligus “jual diri”, tinggal memberikan data dirinya, hebatnya lagi yang membuat polisi kesulitan melacak pengelola situs dan juga pelaku prostitusi adalah karena banyak data yang diberikan atau yang dipasang di internet itu palsu. Foto yang dipajang bukan foto yang sebenarnya, bisa saja foto wanita lain yang sedang sial gambar nya jadi tampilan utama situs tersebut. Yang pasti dari berita yang lihat di tv semalam, mereka yang menjajakan diri rata-rata adalah para ABG usia belasan tahun…huaaaaa…sadissss..dulu waktu saya umur belasan tahun cuma bisa main play station, kalau bosen keluar main bola sama saudara sepupu atau anak tetangga, main gundu, main petak umpet, kucing2an ampe main karet juga kadang2 ikutan.

Coba kalau saya tanya ke para ABG penjaja syahwat di interenet, “pernah main petak umpet, kucing2an atau lompat karet?”, mungkin jawabannya “hah..hmmmmm pernah juga maen petak umpet di kamar sama si Om…terus kucing2an deh di dalam kamar, pastinya sama si Om juga…hmmmm klo maen lompat karet, kayaknya gak usah pake karet juga si Om udah lompat sendiri..hihihihi..dasar si Om nakal…nakal..nakal…” (loh… ceweABG yang mengerikan..)

Kalau sudah ketahuan ada peristiwa seperti ini, selanjutnya siapa yang bertanggung jawab ya? apakah orang tua si pelaku? lingkungan sekolah kah? lingkungan masyarakat kah? aparat keamanan dan penegak hukum kah? atau mungkin individu masing2? Kebanyakan dari kasus2 semacam ini akhirnya kita cuma bisa saling menyalahkan.

Benar juga apa yang dikatakan oleh my boss Hermawan Kartajaya (lahhh kok malah bawa2 marketing..????), trend marketing saat ini banyak menggunakan tiga cara, 1. Social Media, 2. Mobile Mobile Interactivity, 3. Mass collaboration.

Kalau iseng kita “plesetin” ke trend amrketing ala prostitusi mungkin jadinya seperti ini, dulu kalau ada orang cari PSK, harus tahu daerah2 lokalisasi, dengan resiko ketahuan tetangga yang juga lagi iseng lewat daerah situ, atau ketahuan teman kantor yang juga lagi iseng lewat daerah situ juga (btw, ngapain juga ini tetangga ama temen kantor lewat daerah prostitusi ya????..jangan2…), klo sekarang bisa booking by hand phone..bebas resiko kena grebek, aman, nyaman, santai dan pastinya boros pulsa…hehehe…

Mau lebih canggih & gaul? pakai friendster…gak perlu repot2 tanya harga, karena harga permalam dan perjamnya sudah di pasang di profil mereka. Seperti contoh yang saya lihat di tv, misalnya “Maemunah : 19 tahun, daerah kalinyemprot bisa permalam bisa perjam atau per celup (maksudnya ????), ampe begituan..bayar dulu 500, bisa single atau juga double asal jangan keroyokan (uhhhh,,,makin gak jelas maunya si Maemunah…), tertarik?? just call me di no.hp. 0818345XXXX, ditunggu ya Om…jual cepet nih..butuh duit (hah..ini Maemunah jual diri atau jual mobil…???)”. Oh iya mungkin salah satu kehebatan kalau lewat friendster, si pengguna jasa PSK juga bisa kirim2 testi…yang isinya keluhan, dan juga kritik dan saran..hehehe…

Ada baiknya pihak aparat keamanan dan penegak hukum, lebih canggih dalam melakukan penyelidikan, karena pelaku kejahatan lewat internet selalu dapat mengupdate kemampuannya dalam menggunakan teknologi yang satu ini, begitu ormas2 yang bergerak dalam membasmi kemaksiatan, jangan cuma asal ketemu tempat prostitusi lalu hancurkan, sepertinya sudah mulai gak jaman lagi, karena kali ini prostitusi lebih terselubung, dengan cara kerja lebih “high tech”, sehingga lebih sulit di deteksi. Tapi dampak negatifnya ke masyarakat juga besar, bahkan semakin besar, karena yang terlibat di dalam bisnis prostitusi sekarang ini bukan cuma mereka yang sudah berumur, para remaja juga sudah banyak yang terlibat. Jangan sampai prostitusi menjadi komoditas yang banyak beredar, bahkan dijadikan penopang kehidupan.

Have a nice day my friends…

Advertisements

3 comments on “Internet, friendster…cara baru prostitusi

  1. hahaha kocak sa bahasan lu ttg PSK satu ini ada maen petak umpetnya segala sama om om wkwkw,

    hmm memang kata dosen IT gw sa, dunia maya yg luas ini menimbulkan banyak peluang usaha dan peluang menghasilkan peraturan-peraturan hukum yang baru seperti cybercrime. Nah selain sipil yg pinter internetan, aparat kepolisian pun harus pinter internetan buat traceroute Tempat Kejadian Perkara (TKP) virtual yang njelimet ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s