“Yakuza Moon”….nice book Shoko Tendo

shokotendo_96245Teman-teman yang pernah membaca potingan saya tentang perjalanan ke Bandung, pasti ingat kalau saya pernah bilang akan mencoba membahas salah satu judul buku yang saat ini mungkin masih beredar di toko buku, atau bisa jadi teman-teman sudah pernah membacanya. Judul buku itu “Yakuza Moon”

Terus terang saya orang yang sangat visual, ketika iseng berada di sebuah toko buku di Kota Bogor, saya melihat jajaran buku-buku baru. Seperti minggu-minggu sebelumnya, buku novel karya Andrea Hirata masih menjadi best seller dan selalu siap terpajang seolah memancing kita untuk sekedar mendekat, melihat, membaca sinopsisnya untuk kemudian memutuskan membelinya.

Nah, di salah satu bagian rak tempat buku dipajang, saya melihat sebuah buku novel yang bisa dibilang covernya cukup “eye catching”. Cover novelnya menggambarkan seorang perempuan dengan tato di punggungnya. Cukup simpel tapi terlihat sangat menarik dengan judul novel “Yakuza Moon”. Rupanya buku ini diangkat dari sebuah kisah nyata kehidupan seorang putri gangster di Jepang. Sayangnya pada saat itu saya hanya iseng masuk ke toko buku tersebut, dan karena niatnya cuma iseng saya juga tidak membawa uang yang cukup untuk membeli buku tersebut. Akhirnya saya memutuskan minggu depan baru akan membelinya.

Saya tidak ingat tanggal berapa tepatnya saya membeli buku tersebut, yang saya ingat ketika saya mulai membaca sinopsis “Yakuza Moon”, saya sempat terpikir bahwa ini lebih menggambarkan kehidupan yang sengsara dari seorang wanita yang pernah menjalani kehidupannya sebagai putri dari seorang Yakuza di Jepang.

Mungkin kita pernah menonton film yang menggambarkan tentang kehidupan Yakuza di Jepang, Mafioso di Italia, atau film-film gangster lainnya. Saya sendiri dulu ketika mahasiswa termasuk yang merasa cukup tertarik menyaksikan film-film tersebut. Saya pikir kehidupan yakuza cukup menarik, semua orang menghormati kita, ditambah kekayaan yang berlimpah, pengawal di mana-mana, wilayah kekuasaan luas, tidak ada satu pun orang yang berani macam-macam terhadap kita. Setelah membaca buku “Yakuza Moon”, semua anggapan itu ternyata salah besar.

Saya perkenalkan saja tokoh dalam novel tersebut adalah Shoko Tendo yang biasa dipanggil Shoko, seorang wanita yang dari kecil hidup dalam tradisi Yakuza. Dia menceritakan bahwa memang pada awalnya kehidupan mereka serba mewah, rumah yang besar, koleksi mobil mewah yang begitu banyak, dan masih banyak kemewahan yang lainnya.

Tapi rupanya begitulah kehidupan para Yakuza. Ketika mereka di puncak kekuasaan semuanya bisa mereka dapatkan, namun sekali mereka jatuh dan hancur, yang ada tinggal hinaan, cercaan, dikucilkan, dan tentu saja hutang yang bertumpuk. Itulah yang dialami Shoko, dari kehidupan mewah berubah menjadi kehidupan sengsara ketika sang ayah yang merupakan bos dari Yakuza hancur lebur dan kehilangan kekuasaan.

Membaca novel “Yakuza Moon” ini kita seperti mengikuti perkembangan hidup Shoko Tendo, mulai dari masa kecilnya, beranjak menjadi remaja umur belasan tahun, memulai kehidupannya mejadi seorang “Yanki” atau anak jalanan, beralih dari kebiasaan buruknya menghirup thiner, kemudian menghisap ganja, mulai mencoba narkoba sampai akhirnya kecanduan obat bius. Semuanya diceritakan dengan gamblang oleh Shoko Tendo.

Kehidupan yang diceritakan dalam novel tersebut bagi saya pribadi jauh dari kesan indah, sangat gelap dan bisa dibilang tragis, kehilangan harta, harga diri, kebebasan, kehilangan teman, bahkan bisa dibilang hampir kehilangan nyawa sepertinya sudah pernah dialami oleh Shoko. Yang cukup menyedihkan Shoko juga pernah terjerumus dalam kehidupan “free seks” dengan beberapa orang, bahkan awal ia terjerumus pada seks bebas dimulai ketika ia berumur 12 tahun dan bisa dibilang berlangsung bertahun-tahun. Kalau tidaksalah sampai ia berumur 21 tahun.

Kadang saya merasa heran, rupanya di Negara Jepang sana free seks sudah bukan brang baru, sebenarnya sudah hampir sama sepertikondisi di Indonesia sekarang. Tapi ketika kita mengikuti kisah Shoko, kita akan berpikiran betapa mengerikannya kehidupan free seks Shoko Tendo, bukan satudua kali ia disiksa atau mengalami kekerasan seksua, tapi sepertinya terus menerus, bertahun-tahun dengan beberapa orang yang berbeda, dan semuanya hanya dikarenakan kecanduannya akan obat-obatan terlarang.

Tiba-tiba saya teringat ucapan teman saya yang saat ini juga sedang berada di negeri sakura tersebut. Teman saya mengatakan kalau di Jepang seks itu sudah menjadi barang komoditas yang mudah dicari. Bahkan bintang porno, ketika dia sudah keluar dari kehidupan pornografinya, maka ia dapat hidup mewah dan terjamin, apalagi bila ia punya reputasi yang hebat dan film-filmnya banyak dicari orang. Wah gila….menikmati harta dari cara yang haram. Apa di Jepang tidak ada undang-undang tentang pelarangan pornografi ya???

Kembali ke kisah Shoko Tendo. Dalam novel nya ia menceritakan bahwa pada akhirnya ia mulai bertekad memulai kehidupan baru. Apakah Anda tahu, kapan ia mulai memutuskan merubah kehidupannya? Tepatnya ketika ia memilih untuk mentato seluruh tubuhnya (waktu saya melihat fotonya di internet, seram juga itu tato atau batik hehehe…karena benar-benar seluruh tubuh). Kemudian ia memulai kehidupan pasangan hidupnya yang baru, dimana menurut Shoko lelaki yang bernama Taka merupakan satu-satunya lelaki memiliki rasa tanggung jawab dan kasih sayang yang besar kepadanya. Sayng kehidupan itu tidak berlangsung lama, karena pada akhirnya mereka bercerai.

Shoko juga merasa perlu merubah hidupnya ketika orang yang sangat dicintainya yaitu kedua orangtuanya satu persatu dipanggil yang Maha Kuasa. Pertama sang ibu, yang meninggal akibat stroke yang dideritanya, kemudian sang ayah yang terkena penyakit. Shoko juga mengakui segala perubahan dalam hidupnya walaupun sangat berarti tapi sudah terlambat karena kedua orangtuanya sudah tidak bersamanya lagi. Dan sekarang Shoko telah menjalani kehidupannya yang baru sebagai penulis lepas dan hidup bahagia dengan putrinya tersayang.

Bagi saya buku ini cukup menarik untuk dibaca, membuat saya bersyukur bahwa kehidupan saya lebih indah untuk dijalani dibandingkan kehidupan yang dijalani Shoko Tendo. Oh iya, pada bagian akhir buku ini juga dijelaskan seperti apa sih kehidupan keseharian Yakuza, kenapa mereka begitu boros, kenapa mereka begitu mudah mendapat pinjaman uang dari pihak bank, atau mengapa pria Yakuza yang begitu sangar, tegas, dan ditakuti justru memilih wanita yang begitu taat pada adat Jepang dan pintar mengurus rumah, serta bagaimana dampaknya terhadap wanita tersebut.

Buat teman-teman yang belum membaca buku ini, dan berniat membacanya, saya ucapkan selamat bergabung dan mengikuti perjalanan hidup Shoko Tendo putri seorang Yakuza. Mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil.

Have a nice day my friends

Advertisements

14 comments on ““Yakuza Moon”….nice book Shoko Tendo

  1. Aku jg dah baca novel itu, lebih mengerikan daripada kisah penyiksaan para TKW. Harga diri bener2 hancur. Mungkinitu azab buat Shoko karena masa muda nya liar banget… btw, cara meresensi kamu lumayan juga, enak bacanya..keep writing..

  2. buku itu boleh juga, gw baru baca setengah tapi gara2 baca blog loe jadi penasaran deh pengen nerusin bacanya. Btw klo baca buku ini di kereta lmayan menarik perhatian orang2 loh..covernya seksi men..cewe bertatoooooo..

  3. i was lookin around in the net about more book in yakuza lifestyle after reading YAKUZA MOON and i pass you blog its cool how people feel to the story i would rate the best in this book! real life story about things that someone could go thru even tho its very hard and never gives up hope! cheers to you!!

  4. q nemuin novel “yakuza moon” ga sengaja. setelah kuliah kelar, ada salah seorang mahasiswa S2 (antropologi) yang sebenarnya ga begitu q kenal, ga sengaja dia ninggalin tuh novel di bawah kursi. Q berupaya nyari no hp nya buat hubungin dia, tapi ga ketemu juga…awalnya q sama sekali ga tertarik ma tuh novel….pa lagi tugas kuliah lagi banyak-banyaknya. tapi di bagian cover q nemu kata “berdasarkan kisah nyata” pa lagi pengalaman hidup seorang putri yajuza. nah itu yang membuat q mulai tertarik baca. di bagian halaman-halaman awal…dah menarik. akhirnya q mutusin menunda kerjain tugas buat untuk kelarin baca tuh novel….absolutely….q ngerasa kehidupan shoko memang bener benar penderintaan, bahkan diluar yang q bayangkan…harga dirinya…tubuhnya benar-benar tergadaikan demi untuk survive…tapi apa bagaimanapun pribadi shoko yang q tangkap dari novel tersebut. Q bener-bener salut ma perjuangan hidupnya. & butuh keberanian yang besar untuk bisa ngungkapin ke publik yang diramu dalam rupa novel….btw….kyknya yang punya buku tuh dah kelimpungan nyari tuh novel…..he..he…he…tapi ta usahain nyari dikau….ok ji….

  5. Yup aku memang cukup tertarik dengan buku2 atau novel yang diangkat dari kisah nyata, betul juga kata kamu banyak yang bisa diambil dari novel tersebut…constant strugle, never gives up, become a good fighter because life is very hard am i right?? Salam kenal untuk kamu Tasha….(^_^)….

  6. Wahhhh..ini berarti kamu untung besar , saya aja harus mikir dua kali mau beli buku itu atau gak…tapi akhirnya mutusin beli, dan rupanya gak nyesel..hehehe…seperti yang saya bilang, awalnya saya pikir kehidupan jadi Yakuza itu enak, tapi klo ujung2nya kayak Shoko, mendingan gak deh.. btw saya dulu sering baca buku ini sambil naik kereta…awalnya agak risih apalagi klo kebetulan bagian yg di baca lagi menceritakan tentang kehidupan “free seks” nya Shoko plus ketika Shoko jg habis2an mengalami kekerasan seksual…wuihhh ternyata banyak penumpang kereta ikut2an baca hohohoho…jadi media promosi deh…tp selama kisahnya bagus ga masalah…Salam kenal ya Ryo (^_^)….

    NB: itu buku jgn lupa dibalikin atau kalau susah tinggalin aja di tmpat kamu nemu, siapa tau itu mhsiswa nemu lagi, atau minimal ada orang lain yg juga ikut2an baca kyk kamu…lumayan kan estafet..ahahahaha…

  7. @Antown : Sebelumnya..salam kenal juga ya,,,bukunya itu klo gak salah dulu beli sekitar 35000, klo emang suka novel2 yg diangkat dari kisah nyata, mngkin cocok baca buku itu….
    dari bogor juga kan??? bisa dicari tuh di Gramedia Botani Square, atau di Gramedia lain juga pasti ada (loh…malah promosi). Sekali lagi salam damai and salam kenal…

  8. Saya suka bahasa yang digunakan Tendo. sederhana, jadinya kerasa realistis. apalagi irama konflik yang muncul, benar-benar pas dan sungghh inspiratif..
    btw salam kenal..

  9. @ical : sebenernya saya gak trlalu paham dalam urusan menilai gaya bahasa sih..tertarik sama Yakuza Moon karena tau novelnya diangkat dari kisah nyata seorang putri yakuza…& krna covernya juga kali ya he3x…salam kenal juga ya!!!!

  10. aku bingung en sedikit rada ngga masuk akal ama cerita hidupnya shoko…
    aku begitu beli buku yakuza moon langsung buka web tentang yakuza moon…
    ada beberapa yang ngga masuk akal…
    dngan gaya hidup free sex nya?apa dia sama sekali ngga tertular penyakit sex menular?
    secara…dia udah serinng ML ama laki2 bahkan sering banget di perkosa ama ito dan majima?
    Feeling something wrong,right?

    terus..katanya miskin??
    kok bisa tatoo sebadan gitu?
    tattoo mahal kaliiii cuiiii

  11. temen temen ujie d suruh bkin sinopsis . .
    plusplus unsur insintrik . .
    bsa bntu.int ujie ga . .

    kalo diantara kaliant ada yang ta tolong iiah kirimin k fs ujie fb ujie rusak . .
    ni efes na . .
    ce_kartini@ja.lagh . .
    tlng iiah secepat na cz hri kamis tgl 7 mei 2009 . .

    tlng bntu.int ujie ok . .

  12. @ujie: waduh..ujie…saya baru aktif buka blog saya lagi, gak tau klo situ butuh bantuan…wahh sori banget…semoga tugasnya sukses ya..dan semoga temen2 yg baca komen kamu bisa bantuin…sekali lagi maaf ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s