It’s time to sleep..Zzzzz…..

nikko-bali1Ok, sebenernya ini kisah lanjutan dari cerita saya sebelumnya. Selesai penutupan OJIIP, saya memutuskan untuk mencari tempat penginapan. Rasanya tidak mungkin saya menginap di kosan teman saya, lha wong..dia sendiri lagi super sibuk, akhirnya di pagi buta selesai sholat subuh, perjalanan saya berlanjut.

Di tengah-tengah perjalanan, saya teringat teman saya yang pernah menginap di sebuah hotel di Jatinangor, nama hotelnya Ci*** P***N (gak boleh sebut merek…), pikir saya kenapa tidak coba saja menginap di hotel tersebut, apalagi rata-rata hotel yang ada di lingkungan mahasiswa mungkin harganya lebih murah. Tepat dugaan saya hotel itu masih ada, dan ternyata masih ada kamar kosong di dalamnya. Tanya jawab seputar harga sewa per malam pun dimulai .

Musafir imut : “Maaf pak, masih ada kamar kosong?”
Receptionist : “masih mas.”
Musafir imut : “saya mau sewa satu deh, untuk tidur aja soalnya kecapean, harga sewa disini berapa ya?”
Receptionist : “ada yang 100 ribu, ada juga yang 120 ribu mas..”
Musafir imut : “ya udah deh saya sewa yang seratus ribu, ada kan??”
Receptionist : “maaf mas, tinggal yang 120 ribu, itu juga tinggal ada satu kamar aja.”

Teman-teman mungkin berpikir 100 ribu dan 120 ribu, bisa dibilang beda tipis, apalagi bila fasilitas yang diberikan tetap bagus, tapi entah kenapa saya menolak tawaran tersebut, karena saya sedang menjadi “bag packer” uang sekecil apapun sangat berarti buat saya, apalagi saya harus menetap di Jatinangor sampai dengan hari senin, dan pada saat itu adalah hari minggu pagi, sedangkan persedian kas di dompet saya tinggal cukup untuk makan, atau sekedar jalan-jalan, nonton di bioskop, sedikit dugem atau sekedar shopping di FO dan distro ternama (hahaha..just kidding yang pasti kondisi keuangan pada saat itu hanya cukup untuk hidup pas-pasan selama dua hari).

Akhirnya dengan berat hati sambil menahan rasa kantuk saya meninggalkan hotel, pencarian pun berlanjut. Mungkin karena terlalu lelah untuk berjalan saya memutuskan mencari tukang ojek, tidak lama kemudian saya melihat tukang ojek dan tanpa pikir panjang saya langsung memanggil tukang ojek satu ini, sambil berharap dia bisa memberikan informasi di mana hotel murah di sekitar Jatinangor. Perbincangan pun dimulai, dan kalau teman-teman tahu saja, mungkin karena saking lelahnya saya tidak sempat lagi berbasa-basi dengan tukang ojek tersebut (langsung to the point).

Musafir imut : “mas, saya lagi cape banget, dimana sih ada hotel murah di jatinagor, tadi udah nanya di sana tapi harganya mahal.”
Tukang ojek : “ada mas, namanya hotel Mi****a, harganya murah 50 ribu satu kamar.”
Musafir imut : “ya udah anterin ke sana deh”

Tanpa ragu saya dan tukang ojek melaju ke hotel tersebut, tapi disnilah letak kesalahan saya, apa sih yang bisa di harapkan dari hotel seharga puluhan ribuan, fasilitas apa sih yang bisa disediakan. Saya rasa hal-hal tersebut tidak terpikirkan lagi oleh saya, saya dan tukang ojek sudah terlalu kompak menembus dinginnya udara dipagi buta, jalanan sunyi di jatinangor kami lalui berdua saja, untungnya tidak ada lagu Ebiet G. Ade yang menjadi “backsound” yang mengiringi perjalanan kami yang penuh onak dan duri (halah..!!!), kalau pun ada perjalanan kami pasti semakin dramatis.

Bagaimana tidak dramatis, ada dua orang naik motor berbocengan yang satu kelelahan dari bogor, belum tidur, belum mandi, belum gosok gigi, belum sarapan, mata merah karena begadang, tanpa basa-basi nanya hotel. Sedangkan yang satunya lagi sibuk mempercepat laju motor, kedinginan menggigil, belum sarapan, dan yang ada dipikirannya cuma bagaimana secepatnya mengantar orang aneh yang diboncengnya ke hotel dan di bayar 5000 rupiah buat dipakai sarapan nasi uduk, atau sekedar minum kopi sambil menghisap beberapa batang rokok.

Tragis memang tapi mungkin itulah yang kami rasakan berdua, untung nya kami cukup tabah menghadapi cobaan di pagi buta, dan untungnya cobaan itu tidak berlangsung lama, karena setelah menempuh perjalanan sekitar 6 menit akhirnya kami sampai ditujuan.

Ongkos sebesar 5000 rupiah saya bayarkan pada tukang ojek sang penyelamat tersebut, karena berhasil mengantar saya selamat sampai tujuan tanpa berbicara sepatah katapun selama perjalanan. Masuk ke dalam hotel saya langsung menemui receptionist, ternyata masih ada sisa satu kamar kosong, dan murah pula 40.000 rupiah per malamnya, kamar kelas ekonomi.

Teman-teman, seperti yang saya katakan sebelumnya, apa sih yang bisa kita harapkan dari kamar hotel dengan harga murah tersebut. Begitu pula yang ada di pikiran saya, saya cuma ingin tidur, istirahat minimal 5 jam saja, tanpa mengharapkan banyak fasilitas mewah dari hotel tersebut. Kamar dengan nomor kunci 14 akhirnya berhasil saya sewa, kamar dengan kondisi pintu yang tidak bisa di kunci dari luar dan hanya ada dua tempat tidur kecil yang digabung menjadi satu dengan 2 buah bantal yang tipis yang diletakan di atas kasur tersebut.

Melihat kondisi kamar yang seperti itu, sempat terbersit dalam pikiran kalau saya sedang menginap di hotel tempat para pasangan mesum sering melakukan aktifitas maksiatnya, tapi buru-buru prasangka buruk itu saya hapus, lagipula kondisi badan yang sangat lelah ini sudah tidak punya pilihan lain kecuali menginap dan beristirahat di kamar hotel tersebut, apapun kisah atau kejadian yang pernah ada dalam kamar hotel ini tidak akan mempengaruhi saya untuk mencari tempat lain. Setidaknya sampai saya cukup istirahat dan cukup kuat untuk mencari hotel yang lebih baik dari yang sekarang ini.

Akhirnya saya tertidur pulas, tidur tanpa mimpi ternyata membuat saya kembali segar dan siap memulai langkah saya berikutnya. Terima kasih kepada tukang ojek yang telah membantu saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s